Ahok Ingatkan TemanAhok Tak Galang Massa Saat Kampanye

TemanAhok telah mencapai target 1 juta KTP dukungan untuk Ahok pada Minggu 19 Juni 2016.

oleh Delvira Hutabarat diperbarui 20 Jun 2016, 11:42 WIB
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menghadiri penghitungan satu juta KTP di Sekretariat TemanAhok, Jakarta, Minggu (19/6). TemanAhok berhasil mengumpulkan satu juta KTP dukungan bagi pencalonan Ahok dalam Pilgub Jakarta 2017. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menepati janjinya untuk bertemu TemanAhok saat KTP dukungan terkumpul 1 juta. Dia mendatangi markas TemanAhok di Pejaten, Jakarta Selatan; serta ikut merayakan tercapainya target 1 juta KTP pada Minggu 19 Juni 2016.

Usai perayaan tersebut, pada malam harinya, Ahok bersama TemanAhok berdiskusi soal kelanjutan pencalonan Ahok. Apa yang dibicarakan pada pertemuan itu?

"Semalam saya ditanyain, lalu saya jelaskan, termasuk proses kampanye. Nanti kan kalo kampanye biaya kampanye harus masuk rekening saya dan Pak Heru, kalau maju sama Pak Heru. Berarti duit ini, saya tidak mau untuk beli kaus loh. Saya juga tidak mau membuat event ngundang band, mobilisasi massa, saya enggak mau. Jadi yang ada itu ya seperti sekarang, jual baju. Jual merchandise," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (20/6/2016).

Ahok mengatakan, pertemuan semalam dengan TemanAhok lebih banyak membahas bagaimana bentuk kampanye Ahok ke depan. Yakni dengan menjual tiket seperti saat TemanAhok Fair. Bukan malah membagi-bagikan uang atau kaus kepada pendukung dan menggalang massa.

"Nanti kalau partai mau bergerak bagaimana? Misal kayak muda mudi Ahok, Nasdem segala macem, Golkar itu menjadi urusan partai itu. Juga akan membatasi teknik kampanyenya. Jadi nanti kita mesti sepakat kan," jelas Ahok.

Dia mengaku ingin menghapus ciri negatif masyarakat yang selama ini mengecap, untuk dapat mencalonkan diri sebagai pejabat harus mengeluarkan uang yang sangat besar. Menurut dia, kalau misalnya uang yang diterima TemanAhok lebih, maka sumbangan akan dihentikan. Kalaupun ada kelebihan, maka akan dikembalikan untuk negara.

"Tujuan kami adalah untuk menghapus stigma bahwa mau jadi Gubernur DKI itu harus punya uang banyak dan mahal. Kita katakan enggak, kita harapkan nanti seluruh Indonesia orang berani ikut. Dulu orang enggak berani ikut kan karena enggak pakai kaus," Ahok memungkas.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya