Karamah: Tips Berpuasa Bagi Ibu Menyusui

Selama asupan kalori ibu tercukupi, puasa tidak berbahaya bagi ibu maupun balitanya.

oleh Liputan6 diperbarui 13 Jun 2016, 04:45 WIB
Selama asupan kalori ibu tercukupi, puasa tidak berbahaya bagi ibu maupun balitanya.

Liputan6.com, Jakarta - Kasih ibu sepanjang masa, mulai dari mengandung, melahirkan, hingga membesarkan buah hatinya. Menyusui bayi, salah satu aktivitas yang memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak.

Seperti dalam Kamus Ramadhan Membawa Hikmah (Karamah) yang ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Islam bahkan mewajibkan ibu menyusui bayinya. 

Dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 233, Allah berfirman: "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain. Maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut, bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan."

Selalu ada hikmah di balik firman Allah, dunia kesehatan mencatat air susu ibu (ASI) memperkuat ikatan batin ibu dan anak. ASI juga membuat anak tumbuh kuat dan cerdas.

Bagi si ibu, menyusui efektif untuk diet alami dan mengembalikan rahim ke ukuran normal setelah melahirkan.

Nah. Di bulan suci Ramadan, para ibu menyusui ternyata masih bisa berpuasa. Secara medis, selama asupan kalori ibu tercukupi, puasa ternyata tidak berbahaya bagi ibu maupun balitanya.

Bagi ibu menyusui yang usia bayinya masih di bawah 6 bulan dan belum kuat berpuasa, Islam telah mengatur qadha atau ganti puasa di luar bulan Ramadan dan membayar fidyah atau pengganti puasa dengan memberi makan fakir miskin sebesar 1 sha atau 2,75 liter beras.

Bagi ibu menyusui yang kuat menjalankan puasa, ganjaran pahala telah menanti.

Rasulullah bersabda: "jika ibu telah melahirkan anaknya dan menyusuinya, maka tak ada setetes pun air susu yang diisap oleh anaknya kecuali akan menjadi cahaya penerang di hari kiamat. Dan jika ia menyusui sambil berpuasa maka pahalanya dicatat seperti berqiyamul lail sepanjang masa."

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya