Jokowi Gandeng Industri Kreatif Korsel Angkat Hikayat 148 Keraton

Jokowi mengatakan, Indonesia punya ribuan hikayat dari 148 keraton yang berpotensi besar di bidang industri kreatif.

oleh Silvanus Alvin diperbarui 17 Mei 2016, 12:23 WIB
Presiden RI, Joko Widodo bersama Presiden Korea Selatan Park Geun-hye menyapa warga sebelum menghadiri upacara penyambutan di Blue House, Korea Selatan (16/5). Jokowi tiba di Korsel pada tanggal 15 Mei untuk kunjungan empat hari. (AFP PHOTO/KIM HONG-JI)

Liputan6.com, Seoul - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, Indonesia punya potensi besar dalam bidang industri kreatif. Namun, potensi yang dimiliki itu tidak dimaksimalkan dengan baik.

"Kita mempunyai potensi dan mempunyai kekuatan terutama tradisi dan budaya ini yang perlu diangkat," ujar Jokowi usai mengunjungi pusat industri K-Pop di Seoul, Korea Selatan, Selasa (17/5/2016).

Salah satu potensi yang belum terangkat, ujar Jokowi, yaitu kekayaan budaya melalui cerita dan hikayat tradisional yang semestinya dapat dikembangkan melalui bidang seni peran atau bidang lainnya di industri kreatif.  



"Kita mempunyai ribuan cerita, sangat banyak. Dari satu kerajaan ke kerajaan lain. Kita kan punya 148 keraton, di situ saja ceritanya macam-macam, belum cerita yang berkaitan dengan kepahlawanan, banyak sekali," tutur mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Untuk itu, Jokowi mengatakan, pemerintah akan menjajaki kerja sama dengan dua perusahaan bidang industri kreatif Korsel, yaitu Munhwa Broadcasting Corporation (MBC) dan CJ Creative Center. Dari dua perusahaan itu, pemerintah akan belajar mengembangkan potensi industri kreatif. 

Jokowi mengaku akan lebih dulu fokus pada pengangkatan budaya lokal dalam industri kreatif, tanpa memikirkan untung rugi dalam keuntungan finansial yang akan didapat oleh pemerintah.

"Ini yang paling penting 1 dimulai dulu, jangan bertanya sejauh mana. Itu dimulai dulu, kita ini sudah berhenti lama, tidak fokus dengan prioritas kekuatan yang kita punyai," Jokowi menandaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya