Cara Akom Curi Perhatian Peserta Munaslub Golkar

Sejumlah kader Golkar tertarik memperhatikan drone tersebut. Mereka pun memperbincangkan cara Akom menyosialisasikan dirinya.

oleh Dewi Divianta diperbarui 15 Mei 2016, 14:40 WIB
Akom mengklaim, dirinya memiliki beberapa kesamaan visi dengan Tommy.

Liputan6.com, Bali - Beragam cara dilakukan kandidat Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk mencuri perhatian peserta Munaslub di BNDCC, Nusa Dua, Bali 14-16 Mei 2016.

Ade Komaruddin misalnya, dia menggunakan drone untuk menerbangkan banner dirinya. Sontak saja, pesawat tanpa awak yang membawa banner caketum Golkar nomor urut 1 itu menjadi pusat perhatian peserta munaslub.

Drone berputar-putar di langit Nusa Dua, Bali, tepatnya di sekitaran arena munaslub. Gambar wajah Akom terlihat jelas dari darat. Pantauan di lapangan, cukup lama drone Akom berkeliling di atas arena munaslub.

Sejumlah kader Golkar tertarik memperhatikan drone tersebut. Mereka pun memperbincangkan cara Akom menyosialisasikan dirinya.

"Cukup kreatif. Idenya juga brilian," kata salah seorang peserta Munaslub.

Klaim Didukung Cendana

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Firman Subagyo menyakini dukungan keluarga besar Cendana terhadap Ade Komaruddin pada munaslub Partai Golkar menambah lebar kemenangan Ketua DPR RI tersebut.

"Dukungan ini membuat potensi kemenangan Akom menjadi besar. Tentu ini adalah hal yang positif," kata Firman di arena munaslub, Minggu (15/5/2016).

Menurut dia, hal lumrah keluarga besar Cendana menjatuhkan pilihan kepada Akom. Sebabnya, Akom merupakan Ketua Umum Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) yang merupakan pendiri Partai Golkar.

"Dan kita semua tahu, bahwa Pak Harto adalah komandan besarnya. Jadi, jelas dukungan Mas Tommy ini menjadi hal positif bagi Akom. Apalagi, keluarga Pak Harto menghendaki Partai Golkar ke depan bisa lebih baik. Setidaknya bisa mengukir prestasi seperti 32 tahun yang lalu," papar Firman.

Bagi dia, dukungan yang diberikan keluarga Cendana kepada Akom praktis mengubah peta politik jelang pemilihan ketua umum. Sebabnya, kata dia, sejak lama Soeharto merupakan ikon Partai Golkar, sama halnya dengan Bung Karno di PDIP.

"Semua orang tahu Golkar sejak kelahirannya dibidani Pak Harto, sama seperti Bung Karno di PDI Perjuangan dijadikan ikon, saya rasa Golkar juga layak punya ikon sekelas Pak Harto. Itu akan menjadi ciri khas, apalagi Golkar juga ada karena Pak Harto," ucap Firman.

Bagi dia, dukungan keluarga besar Cendana tak hanya memiliki imbas positif kepada Akom belaka, akan tetapi juga bagi kejayaan Partai Golkar di masa mendatang.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya