Ahok Jawab Tudingan Kampanye Pakai APBD

Ahok mengaku kasihan dengan orang-orang yang menyerangnya dengan fitnah.

oleh Delvira Hutabarat diperbarui 31 Mar 2016, 16:56 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Liputan6.com/Ahmad Romadoni)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Ahok membantah tudingan Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid yang menyebutnya menggunakan APBD untuk kampanye.

"Ini gue juga pakai APBD kan pakai kantor Pemda DKI. Kalian tanya sama saya (tentang Pilkad), terus kalian tulis, bagaimana dong? Saya kan memang di sini," kata Ahok di Balai Kota, Kamis (31/3/2016).

Pria bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama ini menganggap hal yang dilontarkan Hidayat adalah fitnah. Padahal, apabila kebijakan yang dibuatnya adalah kampanye, seharusnya dia membuat kebijakan yang menyenangkan semua orang.

"Kalau anggap bangun rusun itu kampanye. Harusnya orang enggak milih saya karena saya gusur. Kalau kampanye saya beli lahan bagi-bagi rusun," ujar dia.

Ahok pun mencontohkan kebijakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang juga dianggap kampanye. Ahok menjelaskan anggaran kKJP yang dipotong banyak tahun ini membuktikan hal tersebut bukanlah bentuk kampanye.

"KJP lebih sedikit sekarang, karena ada maling saya potong. Di mana ada kampanyenya? Kalau kampanye saya naikkan dong anggarannya," tegasnya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku kasihan dengan orang-orang yang menyerangnya dengan fitnah. Ahok mengingatkan apabila niatnya untuk menarik simpatik warga, dirinya akan membagi-bagikan rusun tanpa syarat dan pengawasan ketat.

"Saya kasihan juga fitnahnya itu kadang-kadang Justru yang ada saya menghemat anggaran. Kasih tahu sajalah, kalau dia takut bersaing dan enggak punya program, aku ajarin program. Jadi lebih pintar dikit jadi calon gubernur," ungkap Ahok.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya