Sukses

[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: MERS-CoV di Arab Saudi Menjelang Musim Haji 2024

MERS-CoV Muncul Lagi di Arab Saudi, Jamaah Haji Wajib Waspada

Liputan6.com, Jakarta - MERS-CoV adalah singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus. Pada 8 Mei 2024, beberapa hari menjelang keberangkatan kloter pertama jamaah Haji kita, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan Disease Outbreak News tentang tiga kasus MERS-CoV di Arab Saudi sampai April 2024, satu di antaranya meninggal dunia.

Penularan dari kasus pertama ke dua kasus lainnya tampaknya terjadi di rumah sakit, walaupun penelitian kepastian modalitas penularannya masih terus di teliti di lapangan.

Kasus pertama adalah seorang guru 56 tahun dari Riyadh yang mulai mengalami demam dan batuk pada 29 Maret 2024. Dia masuk IGD pada 4 April, kemudian dirawat di bangsal dan pada 6 April masuk ruang isolasi ICU dengan hasil PCR positif MERS-CoV. Pasien meninggal dunia pada 7 April.

Kasus kedua, dirawat di bangsal bersama dengan kasus pertama, kemudian juga positif MERS-CoV pada 6 April. Kasus ketiga, juga di IGD bersama dengan kasus pertama, juga positif MERS-CoV. Keduanya juga mengalami gejala berat, intubasi, dan dirawat di ICU.

Pemeriksaan 27 petugas kesehatan yang kontak dengan kasus-kasus ini menunjukkan hasil PCR negatif MERS-CoV.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Penyebab MERS-CoV Sama Seperti COVID-19

Dalam hal ini perlu diingatkan bahwa MERS CoV adalah kepanjangan dari Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus. Jadi, ini menyerang paru dan penapasan (respiratory), sama seperti COVID-19.

Penyebabnya juga virus Corona, sama dengan COVID-19 walaupun jenisnya tentu berbeda. Jadi, bagaimanapun tentu kita harus amat waspada.

Saya adalah satu dari 15 anggota Emergency Committe MERS CoV yang di bentuk WHO pada waktu penyakit ini pertama kali merebak di tahun 2013, 2014 dan 2015.

Pada waktu itu kami pakar kesehatan dari berbagai negara dunia yang ditunjuk oleh WHO itu mengkaji mendalam mulainya merebak penyakit ini, mulai dari jazirah Arab dan kemudian menyebar juga ke Asia.

Ketika 2015 itu saya melaporkan bahwa jumlah kasus MERS-CoV di Korea Selatan memang melewati batas psikologis 100 orang, yaitu 108 orang dan sembilan di antaranya meninggal dunia, sehingga terjadi kepanikan ketika itu.

Jumlah orang yang dikarantina di Korea Selatan di tahun 2015 juga cukup banyak, sampai 3.439 orang.

 

3 dari 3 halaman

Berharap MERS-CoV Tidak Ganggu Ibadah Haji

Kita tentu amat berharap agar tiga kasus baru di Arab Saudi ini tidak makin meluas, apalagi jamah kita sudah mulai tiba di Tanah Suci, kendati tentu di kota Mekkah dan Madinah serta bukan di Riyadh.

Tetapi tentu pemerintah setempat perlu menjaga agar kasus di kota Riyadh jangan sampai merebak ke kota-kota di mana jemaah Haji datang dan berkumpul. Pemerintah Indonesia juga perlu melakukan antisipasi yang tepat dan baik untuk MERS-CoV ini.

Prof Tjandra Yoga Aditama

Anggota Emergency Committe MERS CoV WHO 2013 – 2015

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.