PVMBG: Kegempaan Fluktuatif, Gunung Lokon Berpotensi Erupsi

Kegempaan Gunung Lokon didominasi gempa tremor menerus, gempa vulkanik dangkal (VB) dan gempa embusan.

oleh Yoseph Ikanubun diperbarui 11 Jan 2016, 00:16 WIB
Kegempaan Gunung Lokon didominasi gempa tremor menerus, gempa vulkanik dangkal (VB) dan gempa embusan.

Liputan6.com, Manado - Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara berpotensi erupsi. Namun erupsi tidak dapat diketahui kapan terjadinya dan tingkat intensitasnya.

Seperti dihimpun Liputan6.com, Minggu (10/1/2016), data PVMBG menyebutkan, berdasarkan hasil pengamatan visual aktivitas Gunung Lokon, teramati embusan asap putih tipis hingga tebal dengan tinggi berkisar 25 hingga 250 meter.

Kegempaan Gunung Lokon didominasi gempa tremor menerus, gempa vulkanik dangkal (VB) dan gempa embusan. Pada 30 Desember 2015 hingga 7 Januari 2016 kegempaan cenderung fluktuatif.

Sedangkan gempa VB mengalami peningkatan signifikan pada 3 Januari 2016 terekam 37 kejadian per hari, dan 30 Desember 2015 hingga 7 Januari 2016 tercatat 81 gempa VB.

Menurut tim PVMBG, aktivitas ini menunjukan kegiatan vulkanik telah di permukaan, kemungkinan terjadi erupsi sangat besar jika energi vulkanik semakin bertambah. Peningkatan kegempaan di daerah dangkal biasanya langsung diteruskan sebagai erupsi.


Sedangkan, potensi ancaman bahaya letusan gunung berapi di posisi geografi 1021’30” Lintang Utara dan 124047’30” Bujur Timur dengan tinggi puncaknya sekitar 1.579 meter di atas permukaan laut, adalah lontaran material pijar dalam radius 2.5 km dari pusat erupsi Kawah Tompaluan.

Hujan abu dalam radius 2.5 km atau lebih dari pusat erupsi Kawah Tompaluan yang sangat bergantung kecepatan dan arah angin, pada saat terjadi erupsi.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut Ir Noldy Liow mengimbau, agar masyarakat dan wisatawan tetap siaga, serta tidak mendekati dan melakukan aktivitas dalam radius 2,5 km dari Kawah Tompaluan.

Liow juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan Pemerintah Daerah, melalui instansi terkait dan berwenang. Serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya, namun tetap siap siaga mengantisipasi jika terjadi erupsi secara tiba-tiba.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya