3 Kapal Patroli Baru Resmi Beroperasi di Barat Indonesia

Ketiga kapal sepanjang 48 meter itu dilengkapi sistem persenjataan dan radar yang terhubung dengan satelit.

oleh Ajang Nurdin diperbarui 21 Des 2015, 07:13 WIB
Peresmian kapal patroli oleh Kepala Bakamla Desi Albert Mamahit. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Liputan6.com, Batam - Badan Keamanan Laut (Bakamla) menambah 3 unit kapal patroli bagi Pangkalan Armada zona maritim barat Indonesia.

Kepala Bakamla RI Desi Albert Mamahit mengatakan tujuan penambahan kapal itu adalah untuk melengkapi dan memperkuat armada patroli Bakamla RI dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas.

"Untuk pelaksanaan tugas pokok Bakamla dalam melakukan patroli keamanan dan keselamatan laut di wilayah perairan Indonesia, yurisdiksi Indonesia," ujar Albert saat melakukan peresmian di Pulau Setokok, Batam, Minggu, 20 Desember 2015.

 



Albert menyatakan keberadaan kapal baru itu menunjukkan laut bernilai penting bagi Indonesia. Kekayaan alam yang terkandung berpotensi mendatangkan kesejahteraan sekaligus kerawanan yang harus diwaspadai.

"Laut memiliki peranan dan nilai yang sangat penting bagi NKRI, untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia," sahut dia.

Dari ke-3 kapal baru, 2 unit di antaranya diresmikan di Batam, yaitu kapal patroli Ular Laut 4805 dan Belut 4806. Satu kapal lainnya, KN Gajah Laut 4804, diresmikan di Pangkal Pinang, Bangka.

Ketiga kapal sepanjang 48 meter itu dilengkapi sistem persenjataan dan radar yang terhubung dengan satelit. Pemanfaatan radar itu diharapkan mampu mengoptimalkan tugas monitoring dan deteksi di seluruh perairan wilayah Barat Indonesia.

"Ketiga kapal baru ini sudah dilengkapi teknologi dengan sistem peringatan dini dan didukung oleh sistem teknologi canggih lainnya  sehingga Bakamla mampu berintegrasi," ucap Albert.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya