Tahapan Mendandani Motor Jadul Biar Keren

Tidak selamanya showroom yang menjual motor-motor lawas mendapat barang dagangan dalam kondisi baik.

oleh Yongki Sanjaya diperbarui 26 Okt 2015, 20:02 WIB
Tidak selamanya showroom yang menjual motor-motor lawas mendapat barang dagangan dalam kondisi baik.

Liputan6.com, Jakarta - Tidak selamanya showroom yang menjual motor-motor lawas mendapat barang dagangan dalam kondisi baik. Tak jarang, penjual mendapat barang dengan kondisi ala kadarnya alias asal bisa jalan.

Hal ini juga dialami oleh showroom Nilam Jaya Motor Klasic. Awan Hermawan selaku karyawan showroom yang berlokasi di di Jalan Cipinang Besar, Jakarta Timur, ini mengaku sering mendapat sepeda motor lawas yang kondisinya memprihatinkan.

"Kalau bos kami cari barang hingga ke daerah. Kadang kami dapat motor dengan kondisi asal bisa jalan tapi penampilannya kurang oke. Di sini, kita make up lagi supaya cakep," ungkap pria yang disapa Awan kepada Liputan6.com, Senin (26/10/2015).

Ia menjelaskan jika proses restorasi yang dilakukan memakan waktu hingga satu minggu. Seluruh bagian sepeda motor dibongkar dan mesin diturunkan untuk diperbaiki.

"Setelah bodi di bongkar, sasisnya kemudian di cat. Selain itu, mesin diperbaiki supaya layak jalan. Ini dilakukan supaya konsumen puas," bebernya.

Adapun permasalahan teknis pada mesin motor-motor jadul ini terbilang kerusakan yang jamak ditemui pada banyak sepeda motor termasuk motor baru.

"Kalau mesin itu biasanya yang rusak dalemannya seperti seher atau stang seher yang oblak sampai rantai keteng yang kendor. Kerusakan seperti motor 4-Tak pada umumnya lah," urai Awan.

Lebih lanjut, jika showroom-nya mendapat sepeda motor yang kondisi mesinnya masih bagus, maka perbaikan hanya terfokus pada bagian tangki, spakbor, dan lampu termasuk sen. Bila salah satu diantara komponen ini sudah tidak layak, maka akan diganti baru.

Selain mesin, shock breaker dan roda kami biarkan saja (tidak diperbaiki) jika memang tidak ada masalah atau kerusakan," tandasnya.

(ysp/ian)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya