Kembangkan Layar OLED, LG Gelontorkan US$ 8,5 Miliar

LG Display menginvestasikan US$ 8,5 miliar untuk mengembangan teknologi OLED dalam tiga tahun ke depan.

oleh Corry Anestia diperbarui 19 Agu 2015, 08:49 WIB
LG Display menginvestasikan $ 8,5 miliar untuk mengembangan teknologi OLED dalam tiga tahun ke depan.

Liputan6.com, Jakarta - Untuk mengembangkan generasi layar terbaru, LG Display Co, berencana menginvestasikan dana sebesar Rp 10 triliun atau setara US$ 8,5 miliar dalam tiga tahun ke depan. LG Display berharap pengembangan teknologi layar baru yang mereka lakukan dapat kembali menggairahkan pasar smartphone global.

Seperti dikutip dari laman Bloomberg, Rabu (19/8/2015), LG berupaya untuk mendorong kembali pasar smartphone yang pertumbuhannya mulai lesi beberapa waktu belakangan ini. Setidaknya, LG berharap kualitas layar yang lebih baik akan kembali memacu kompetisi antar vendor smartphone.

Dalam pernyataan resminya, LG Display yang juga merupkan supplier layar bagi Apple ini menyebutkan bahwa pihaknya akan mengembangkan layar baru dengan teknologi organic light-emitting diodes (OLED).

"Teknologi tersebut diharapkan dapat mendongkrak permintaan pembuatan layar yang lebih advanced, seperti layar smartphone fleksibel, atau pada perangkat wearable, mobil, dan televisi," ujar Chief Executive Officer, Han Sang Beom.

Selain memacu pasar smartphone di dunia, perusahaan yang berbasis di Korea Selatan ini juga berharap pengembangan teknologi layar baru dapat menjadi "senjata" andalan mereka dalam menghadapi persaingan ketat dari manufaktur asal China.

Pengembangan teknologi baru untuk layar di perangkat yang lebih kecil, juga menjadi strategi perusahaan untuk mengantisipasi tren penurunan harga layar LCD televisi dan komputer. Dengan begitu, LG Display dapat menjadi pionir dan pemimpin di pasar OLED. "Investasi ini membuat LG Display tumbuh sebagai perusahaan stabil," tambah Sang Beom.

Menurut hasil riset DisplaySearch, pasar OLED global diestimasi akan tumbuh sebesar US$ 28,3 miliar pada 2022 mendatang, dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai US$ 8,7 miliar.

(cas/dhi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya