Myanmar Tetapkan Pemilu 8 November 2015

Tanggal 8 November akan menjadi hari paling bersejarah bagi Myanmar, karena mereka akan melakukan pemilu pertama kalinya setelah 25 tahun.

oleh Arie Mega Prastiwi diperbarui 09 Jul 2015, 08:54 WIB
Seorang pendukung Suu Kyi. (Reuters)

Liputan6.com, Yangon - Tanggal 8 November 2015 akan menjadi hari paling bersejarah bagi Myanmar. Mereka akan melakukan pemilu pertama kalinya setelah 25 tahun keran demokrasi ditutup.

Seperti dikutip dari BBC, Kamis (9/7/2015), tanggal pelaksanaan pemilu itu diumumkan langsung oleh Pemerintah Myanmar. 

Saat Pemilu 1990, Aung San Suu Kyi memenangkan pemilu, namun junta tidak memperdulikan hasilnya dan tetap melanjutkan pemerintahannya. Pemilu merupakan salah satu langkah penting bagi proses demokrasi di Myanmar.

Reformasi di Myanmar telah dimulai pada 2010 saat junta militer diganti dengan pemerintah sipil. Namun, demokrasi belum sepenuhnya pulih karena masih diperintah oleh sebagian militer.

Tercatat, 84 partai akan berpartisipasi dalam pemilu kali ini dan seperempat dari 664 kursi akan diberikan ke militer. Presiden akan dipilih oleh parlemen setelah pemilu.

Namun, berdasarkan konstitusi Myanmar, Suu Kyi kemungkinan tidak bisa menjadi presiden karena almarhum suami dan kedua anak laki-lakinya berkewarganegaraan Inggris. Dua minggu lalu, parlemen memutuskan untuk mengubah peraturan ini dengan tetap memberi hak veto kepada militer.

Suu Kyi sendiri sudah memulai kampanye pribadi dari pintu ke pintu sejak Sabtu lalu di Yangon. Ia mengisyaratkan akan kembali mencalonkan diri jadi presiden. (Rie/Mut)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya