Kisah Lagu yang Melunakkan Hati Sniper di Medan Perang

Sebuah alunan lagu yang diperdengarkan di tengah suasana perang telah menyelamatkan sejumlah tentara yang sedang bertikai.

oleh Alexander Lumbantobing diperbarui 01 Jun 2015, 09:09 WIB
Sebuah alunan lagu yang diperdengarkan di tengah suasana perang telah menyelamatkan sejumlah tentara yang sedang bertikai. (YouTube/Rodrigo Rothschild)

Liputan6.com, New York - Sebuah alunan lagu yang diperdengarkan di tengah suasana perang telah menyelamatkan sejumlah tentara yang sedang bertikai.

Dalam video yang diunggah oleh Rodrigo Rothschild itu mengisahkan Jack Tueller (84) yang selamat dari maut ketika rekan-rekannya dibantai seorang penembak jitu Jerman dalam suatu pertempuran Perang Dunia II.

Di tahun 1944, tutur Jack, dirinya menjadi sangat ketakutan ketika rekan-rekannya menjadi sasaran empuk seorang sniper atau penembak jitu Jerman yang menewaskan hampir semua anggota kelompoknya.

“Orang itu pasti juga ketakutan dan kesepian,” ujar veteran perang AS itu dalam tayangan video tersebut yang dikutip pada Senin (1/6/2015).

Ia mendadak mendapatkan gagasan untuk memainkan sebuah lagu rakyat Jerman. Mujizat pun terjadi.

Beberapa saat setelah lagu itu mengalun, penembak jitu Jerman itu keluar dari persembunyiannya dan menyerahkan diri sembari menangis.

Kisah nyata ini merupakan satu dari banyak kisah nyata lainnya tentang bagaimana musik membangun jembatan antarmanusia. Kisah-kisah tersebut dirangkum oleh suatu kelompok Music Has No Enemies yang mendapat dukungan dari Andres Levin, seorang produser musik, pembuat film, dan pelaku amal.

Menurut penjelasan dalam Wikipedia, Andres Levin sebetulnya dilahirkan di Venezuela dan belakangan pindah ke Amerika Serikat. Badan nirlaba bernama Music Has No Enemies itu didirikannya bersama dengan Diamantes.

Kelompok itu bergiat dalam sejumlah proyek untuk memajukan keadilan sosial dan kegiatan politik. Selanjutnya, dari laman resmi New York University (NYU), didapatkan keterangan bahwa Andres Levin adalah salah seorang pengajar di universitas tersebut.

Pria itu mendapatkan pendidikan di Berklee di Kota Boston dan The Julliard School di Kota New York, AS. Ia telah tinggal di New York selama 24 tahun terakhir. (Alx/Ans)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya