Sejak Jadi Presiden, Ternyata Jokowi Tak Gunakan FB dan Twitter

Padahal, akun Facebook Jokowi selama ini kerap menuliskan hal-hal terkait isu yang berkembang.

oleh Luqman Rimadi diperbarui 29 Jan 2015, 09:26 WIB
Jokowi. (Facebook)

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengungkapkan, sejak menjabat Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi tidak menggunakan akun media sosialnya baik Facebook maupun Twitter. Padahal, akun Facebook Jokowi selama ini kerap menuliskan hal-hal terkait isu yang berkembang.

"Betul, presiden tidak memiliki atau memegang akun apapun baik itu Twitter atau Facebook," ujar Andi di Istana Kepresidenan, Rabu (28/1/2015).

Menurut dia, selama ini Twitter maupun Facebook tersebut dikelola tim pemenangan Jokowi saat Pilpres lalu. Dan selama menjadi presiden, Jokowi tidak menggunakan akun media sosial apapun termasuk Facebook dan twitter yang telah diberi tanda verified.

"Iya itu selama ini dikelola oleh Cemara 19, posko pemenangan. Jadi akun itu dibuat untuk keperluan kampanye, dikelola tim kampanye. Akun itu dibuat oleh Pak Jokowi dalam masa kampanye. Jadi bukan akun resmi Pak Jokowi sebagai presiden yang dikelola tim kepresidenan," jelas Andi.

Pascaterpilih sebagai presiden, pihaknya telah meminta kepada pengelola akun tersebut untuk menyerahkannya kepada pihak istana. Rencananya, akun media sosial tersebut akan dikelola atas pengawasan pihak istana.  

"Kita sudah minta, dan mereka mau ngasih, jadi kemungkinan malah yang adminnya kita tarik ke istana. Kami sedang integrasikan saja ke istana. Jadi kami cari kemungkinan yang pegang, jadi salah satu staf di sini," kata dia.

Lalu, bagaimana dengan tulisan-tulisan di akun media sosial tersebut yang sering dikutip media dan diikuti oleh jutaan pengikutnya, Andi menyatakan, Jokowi tidak mempermasalahkan hal tersebut.  

"Pak jokowi relatif orang yang mengikuti media sosial, jadi selama ini kami tidak mendengar dari Pak Presiden, jadi asumsinya itu baik-baik saja. Saya hanya menyatakan itu, tapi tidak ada yang salah dengan akun itu," tegas Andi.

Menurut dia, selama keberadaan akun-akun tersebut sejauh ini tidak merugikan presiden, pihak istana tidak akan mempermasalahkan beredarnya akun tersebut. Ia pun meminta masyarakat dan media tidak perlu mempermasalahkannya pula.

"Tidak ada larangan juga‎, sejauh ini tidak ada pernyataan dari pemilik akun itu bahwa mempresentasikan presiden," pungkas Andi. (Mut)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya