Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Mutu Hidup Penderita Diabetes

Dengan berjalan kaki intensif setiap hari, kualitas hidup penderita diabetes menjadi lebih baik.

oleh Rio Apinino diperbarui 15 Des 2014, 19:30 WIB
Rutin berjalan kaki bantu pasien kanker kurangi risiko kematian(Foto: Today.com)

Liputan6.com, Jakarta Sebuah penelitian baru yang dilakukan tim ilmuwan dari Guru Nanak Dev University, Amritsar, India, menemukan bahwa kehidupan orang yang terkena diabetes tipe 2 dapat ditingkatkan melalui program olahraga jalan kaki.

Program ini dapat dilakukan dengan pedometer atau alat pengukur langkah. Saat ini, pedometer dapat terintegrasi dengan teknologi lain seperti smartphone.

Seperti dikutip dari laman Diabetes.co.uk pada Senin (15/12/2014), penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Diabetes and Metabolic Disorder ini menemukan manfaat yang banyak dari olahraga jalan kaki intensif bagi penderita diabetes.

Ruchika Guglani, kepala lembaga donor penelitian tersebut, mempelajari 102 orang dengan diabetes tipe 2 yang berusia antara 40 sampai 70 tahun. Dari jumlah tersebut, 28 diantaranya adalah perempuan dan 74 laki-laki.

Proses pengambilan data dilakukan selama 16 minggu dan pada hari terakhir para peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang kualitas hidupnya.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa indikator penelitian memperoleh nilai yang tinggi. Diantara indikator tersebut adalah "aktivitas fisik", "aktivitas pada waktu luang", "penampilan fisik", dan "kepercayaan diri". Artinya, peserta merasakan hal yang positif dalam beberapa indikator tersebut setelah melaksanakan program jalan kaki intensif. 

Meskipun begitu, beberapa indikator tetap memperoleh hasil yang rendah, misalnya indikator "kebebasan untuk makan". Indikator ini menunjukkan bahwa meskipun para pasien telah berolahraga intensif, tetapi untuk urusan makanan mereka tetap harus menjaganya. 

Kesimpulannya, menurut penelitian ini, meluangkan waktu 30 sampai 40 menit per hari untuk jalan kaki secara intensif dapat tingkatkan kualitas hidup penderita diabetes. Kalau sudah begitu, tunggu apalagi?

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya