Nelayan yang Pertama Temukan Serpihan Pesawat Elang Nusantara Air

Beberapa serpihan pesawat Elang Nusantara Air itu langsung diamankan petugas Lanud Sam Ratulangi, Manado untuk diidentifikasi.

oleh Aldiansyah Mochammad Fachrurrozy diperbarui 02 Des 2014, 23:49 WIB
Ilustrasi Pesawat

Liputan6.com, Gorontalo - Pesawat sipil jenis Pilatus Porter milik PT Elang Nusantara Air yang jatuh di perairan Tasik Koki, Desa Watudambo, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, telah ditemukan. Pesawat yang dengan nomor registrasi PK-ELR pertama ditemukan nelayan setempat bernama Meldy Mandiangan.

Saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (2/12/2014), Meldy mengatakan sekitar pukul 10.00 waktu setempat, dirinya mendengar sebuah ledakan yang berasal dari tengah laut. Lantaran penasaran, ia pun memanggil rekan sesama nelayan untuk melihat sumber ledakan.

Sesampainya di lokasi, Meldy mengaku menemukan beberapa serpihan pesawat berupa sayap pesawat, sejumlah tas, dan ban.

"Pertama pak saya dengar bunyi keras dari laut, karena penasaran ya langsung ke sana dengan teman. Sampai di laut, saya dapat sayap pesawat, tas sama ban," beber Meldy.

Beberapa serpihan pesawat tersebut langsung diamankan oleh petugas Pangkalan Udara (Lanud) Sam Ratulangi, Manado untuk diidentifikasi. Adapun pencarian 2 awak pesawat yakni pilot Ronny Jasril dan mekanik Pian Sofyan masih terus dilakukan.

Merujuk informasi resmi yang diperoleh Liputan6.com, pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Djalaluddin, Gorontalo pada Selasa 2 Desember 2014 pukul 07.23 Wita dengan tujuan Ternate dan Sorong.

Di tengah perjalanan, pesawat Elang Nusantara Air terkendala cuaca buruk, sehingga pilot meminta izin mendarat di Bandara Sam Ratulangi, Manado. Namun beberapa saat kemudian pesawat tersebut hilang kontak dengan petugas bandara. (Ans)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya