Mengenal Program Baru Apple Upgrade, Apa Keuntungan untuk Pengguna?

Apple meluncurkan program baru bernama Apple Upgrade, untuk memudahkan pengguna memiliki produk terbaru.

Diterbitkan 29 Juli 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hanya dalam beberapa minggu lagi, Apple akan meluncurkan sejumlah iPhone model terbaru, pastinya dengan harga fantastis. Selain itu, perusahaan diperkirakan akan membuat iPhone Fold menjadi iPhone termahal melampaui USD 2.000 (Rp 36,1 jutaan) pada harga awal.

Perangkat-perangkat Apple memang dikenal dengan harga selangit, meskipun tentu ada batasnya. Ditambah, kondisi ekonomi global serta parahnya kelangkaan chip dan memori di seluruh dunia.

Mengingat kesuksesan luar biasa pada peluncuran iPhone 17 di 2025, Apple disebut menghadapi tantangan berat pada peluncuran tahun ini. Perusahaan tidak perlu meyakinkan analis mengenai penjualan mereka pada 2025, karena pada akhirnya para analis akan tetap memandang rendah penjualan 2026.

Meskipun demikian, upaya meyakinkan konsumen harus tetap dilakukan dan tampaknya Apple kesulitan akibat situasi ekonomi serta kualitas iPhone keluaran 2025 masih sangat mumpuni. Demikian sebagaimana dikutip dari Apple Insider, Rabu (29/7/2026).

Apple jelas memungkinkan dalam membuat jajaran iPhone 18 Pro lebih unggul, tetapi saat ini, mereka tidak bisa membuat iPhone seharga USD 1.000 (Rp 18 jutaan) atau USD 2.000 (Rp 36,1 jutaan) tampak sebagai penawaran yang sangat menguntungkan.

Berapa Harganya?

Namun, program ini bisa jadi sukses besar berkat adanya layanaan Apple Upgrade--sama seperti mobil--kamu bisa menyewa perangkat Apple dan kemudian mengembalikannya, menukarnya dengan model terbaru, atau menjadi kepemilikan permanen.

Program ini kemungkinan sudah lama dipersiapkan, dan dikatakan meluncur pada waktu yang tepat di tengah kondisi keuangan perusahaan.

Melalui program tersebut, iPhone Fold seharga USD 2.000 (Rp 36,1 jutaan) atau lebih, bisa didapatkan dengan biaya awal jauh lebih rendah.

Biayanya tetap sama, yaitu USD 2.000 (Rp 36,1 jutaan) atau mungkin lebih, terutama karena Apple kini memisahkan layanan asuransi AppleCare, menjadikannya pembelian terpisah dari iPhone Upgrade Program.

Meski demikian, membayar bulanan USD 50 (Rp 903.400) atau USD 100 (Rp 1,8 jutaan) demi mendapatkan iPhone model terbaru menjadi penawaran yang sangat menarik. Tentu terdapat ketentuan-ketentuan seperti membatasi perangkat jika gagal melakukan pembayaran. Kemungkinan juga berlaku bagi pihak operator seluler.

Berbeda dengan pengecer pihak ketiga seperti Amazon, program ini hanya memberikan perhitungan biaya penyewaan sepenuhnya dari harga ritel. Mungkin program tersebut akan menyelamatkan keuangan Apple pada 2027, melihat bagaimana perusahaan menciptakan solusi atas masalah saat ini.

Tidak Menguntungkan Bagi Sebagian Pembeli

Apple tidak akan mudah gagal meski mereka mengalami penurunan penjualan terbesar, sehingga mungkin bagi sebagian konsumen hal ini justru akan merugikan mereka, terutama bagi yang berminat membeli produk di luar kemampuan finansial. 

Biaya awal rendah membuat potensi utang menjadi mengkhawatirkan dan utang bukan lagi berasal dari operator seluler, namun berasal dari layanan seperti Klarna atau Apple. Bagaimanapun juga, utang berisiko besar jika tidak diperhitungkan dan dipertimbangkan dengan matang.

Bagi yang kondisi keuangannya memadai, program ini cara terbaik bagi mereka mendapatkan perangkat baru dengan mudah, jika biaya bulanannya tepat dan manfaatnya memang sepadan.

Program Apple bukanlah yang pertama, terdapat berbagai skema pembiayaan dari mitra di seluruh dunia, dan jika kamu pernah membayar dengan cara ini mungkin kamu akan mendapatkan penawaran lebih baik dari Apple Upgrade.

Risiko yang Dihadapi Apple

Sebagaimana pengalaman dari Apple Card yang mengalami kegagalan membayar, selalu ada risiko dalam memberikan kredit kepada nasabah. Itulah sebabnya perusahaan memilih bermitra dengan Klarna.

Klarna merupakan perusahaan pembiayaan dengan layanan paling dikenal sebagai layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau “beli sekarang, bayar nanti.” Apple sempat menghadirkan layanan BNPL melalui Apple Pay Later namun setelah sekitar satu tahun kemudian dihentikan, tanpa diketahui alasannya.

Dengan melibatkan perusahaan pihak ketiga artinya Apple telah mempertimbangkan segala aspek, termasuk risiko serta detail program Apple Upgrade. Selama pengguna juga mempertimbangkan dengan matang, Apple Upgrade bisa bermanfaat bagi mereka. Tetapi, bagi sebagian orang akan terjerat utang.