Daftar 5 HP yang Lebih Tipis dari Samsung Galaxy S25 Edge

Berikut lima HP, baik ponsel lipat maupun ponsel layar datar yang melampaui batas ekspektasi ketipisan sebuah gawai. Ini lebih tipis dari Galaxy S25 Edge.

Diterbitkan 25 Mei 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Performa ekstrem dan kapasitas baterai jumbo memang kerap menjadi parameter utama dalam menilai sebuah HP. Namun, di kasta tertinggi pasar premium, ada satu tren yang kembali naik daun dan menjadi simbol kemewahan baru: ketipisan bodi.

Memangkas ukuran bodi tanpa mengorbankan spesifikasi adalah sebuah 'keajaiban rekayasa' modern. Tengok saja Samsung Galaxy S25 Edge.

Ponsel setebal 5,8 mm dengan bobot 163 gram ini sukses menanamkan chipset bertenaga setara Galaxy S25 Ultra dan kamera utama 200 MP.

Kendati harus merelakan lensa telefoto dan kapasitas baterai demi bodi yang ramping, Galaxy S25 Edge tetap menjadi pilihan solid, terlebih dengan dukungan One UI 8.5 terbaru.

Namun, benarkah Galaxy S25 Edge adalah yang teramping? Dilansir BGR, Senin (25/5/2026), ada lima ponsel--baik ponsel lipat modern maupun ponsel layar datar dari dekade lalu--yang berhasil melampaui batas ekspektasi ketipisan sebuah gawai.

1. Apple iPhone Air

Diluncurkan pada 19 September 2025, iPhone Air memegang rekor sebagai ponsel tertipis yang pernah diproduksi Apple. Dengan ketebalan hanya 5,6 mm, HP ini unggul 0,2 mm dari Galaxy S25 Edge, meski bobotnya sedikit lebih berat (165 gram).

Namun, Apple melakukan beberapa kompromi besar. iPhone Air kehilangan lensa telefoto dan ultra-wide sepenuhnya, serta membatasi perekaman video 4K pada kecepatan 60 fps tanpa fitur ProRes.

Sebaliknya, S25 Edge masih mempertahankan lensa ultra-wide dan mampu merekam video hingga resolusi 8K.

Urusan daya, iPhone Air diperkuat baterai baterai 3.149 mAh dan 3.900 mAh milik S25 Edge, mencatatkan daya tahan yang sama-sama medioker dalam uji independen.

2. Samsung Galaxy Z Fold 7

Jika kategori diperluas ke ponsel lipat (foldable), Samsung sejatinya mengalahkan produknya sendiri. Saat ditutup, Galaxy Z Fold 7 memang tampil tebal layaknya ponsel biasa dengan ketebalan 8,9 mm.

Namun saat dibuka, "sihir" teknologi terjadi: bodinya membentang dengan ketebalan hanya 4,2 mm.

Dengan format lipat, produsen memiliki ruang sasis dua kali lipat lebih luas untuk menaruh komponen. Hasilnya, meski lebih tipis dari dua tumpuk port USB-C, Galaxy Z Fold 7 ampu mengusung kamera utama Galaxy S25 Ultra, lensa telefoto, baterai 4.400 mAh, serta kapasitas penyimpanan hingga 1 TB.

 

3. Samsung Galaxy Z Trifold

Inovasi layar lipat tiga (trifold) Samsung bahkan lebih mencengangkan lagi. Saat dibuka, Samsung Galaxy Z Trifold mencatatkan ketebalan fantastis: hanya 3,9 mm. Konsekuensinya, saat dilipat gawai ini berubah menjadi "bata" setebal 12,9 mm.

Dibanderol dengan harga premium USD 2.899, ponsel ini memang membidik para penggila teknologi, bukan konsumen biasa. Hebatnya, arsitektur ini memungkinkan Samsung menanamkan baterai jumbo 5.600 mAh dan tetap mempertahankan lensa telefoto.

4. Oppo R5

Melihat ke belakang, tren ponsel super tipis sebenarnya bukan barang baru. Pada 2014, industri ponsel sempat diramaikan dengan kompetisi adu tipis.

Salah satu rajanya adalah Oppo R5. Dirilis satu dekade lalu, ponsel layar datar ni memiliki ketebalan hanya 4,85 mm--jauh lebih tipis dari iPhone Air maupun Galaxy S25 Edge.

Demi mengejar estetika tersebut, Oppo R5 menjadi pionir yang membuang lubang audio jack 3.5mm, slot kartu SD, dan hanya menyisakan satu slot nano-SIM. Sayangnya, performa ponsel ini tergolong di bawah rata-rata pada masanya.

5. Vivo X5 Max

Paradoks terbesar dalam sejarah ketipisan gawai dipegang oleh Vivo X5 Max, yang juga dirilis pada 2014. Ponsel ini datang dengan ketebalan luar biasa, hanya 4,75 mm (satu milimeter lebih tipis dari Galaxy S25 Edge).

Berbeda dengan Oppo R5 atau ponsel modern saat ini yang mengorbankan banyak port demi estetika, Vivo X5 Max secara ajaib tetap mempertahankan audio jack 3.5mm, dua slot SIM, dan slot MicroSD. Hebatnya lagi, tonjolan kameranya sangat minim.

Meskipun secara spesifikasi Vivo X5 Max sudah usang untuk standar tahun 2026, eksistensinya menjadi tamparan keras bagi raksasa teknologi modern.

Ponsel ini menjadi bukti autentik bahwa jika Apple atau Samsung benar-benar berniat mempertahankan lubang audio legendaris pada ponsel flagship tertipis mereka, rekayasa teknologi tersebut sangat mungkin untuk diwujudkan.