Apple Setop Produksi Mac Pro Setelah 20 Tahun, Ini Alasannya

Apple resmi menyetop produksi komputer desktop paling bertenaga, Mac Pro. Apa alasannya?

Diterbitkan 29 Maret 2026, 15:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Apple resmi mengumumkan penghentian produksi (discontinued) lini komputer desktop paling bertenaga mereka, Mac Pro. Langkah ini menandai berakhirnya era desain tower ikonik Apple, seiring perusahaan sepenuhnya mengalihkan fokus pada ekosistem Mac Studio.

Berdasarkan laporan 9to5Mac, dikutip Minggu (29/3/2026), Apple telah menghapus Mac Pro dari situs resminya per Kamis sore waktu setempat.

Laman pembelian Mac Pro kini dialihkan ke halaman utama kategori Mac, di mana semua referensi mengenai perangkat tersebut telah dihilangkan. Apple juga mengonfirmasi bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk merilis perangkat keras Mac Pro di masa depan.

Untuk diketahui, Mac Pro pertama kali diperkenalkan pada 2006 atau 20 tahun lalu sebagai penerus Power Mac G5.

Keputusan ini sebenarnya sudah diprediksi oleh banyak pengamat. Mac Pro sempat menjadi standar tertinggi bagi para profesional kreatif. Namun, transisi ke Apple Silicon mengubah peta kekuatan produk mereka.

Meskipun sempat diperbarui dengan chip M2 Ultra pada Juni 2023, posisi Mac Pro kian terhimpit. Di saat Apple meluncurkan chip M3 Ultra pada Mac Studio tahun lalu, Mac Pro tetap bertahan di harga USD 6.999 (sekitar Rp 118 juta) tanpa pembaruan spesifikasi.

Kini, Mac Studio resmi memegang tonggak sebagai desktop kelas "Pro". Perangkat ringkas ini menawarkan konfigurasi maksimal dengan chip M3 Ultra, CPU 32-core, GPU 80-core, serta dukungan memori terpadu hingga 256GB dan penyimpanan SSD 16TB. 

Lini Produk Paling Solid dalam Sejarah

Dengan pensiunnya Mac Pro, Apple kini menyederhanakan portofolio komputer desktop mereka menjadi tiga model utama:

  • iMac 24 inci dengan chip M4.
  • Mac mini dengan chip M4 dan M4 Pro.
  • Mac Studio dengan opsi chip M4 Max dan M3 Ultra.

Di sektor portabel, Apple juga memperkuat lini mereka dengan kehadiran MacBook Neo sebagai opsi entry-level terbaru, bersanding dengan MacBook Air dan MacBook Pro.

Banyak analis menilai bahwa ini adalah formasi produk Mac terkuat yang pernah dimiliki Apple, mencakup berbagai rentang harga dan kebutuhan performa.

 

Spekulasi Alasan Apple Bunuh Mac Pro

Salah satu alasan teknis di balik keputusan ini diduga kuat berkaitan dengan fitur baru pada macOS Tahoe 26.2. Pembaruan tersebut memperkenalkan fitur low-latency yang memungkinkan penggunaan RDMA melalui Thunderbolt 5.

Teknologi ini mengizinkan pengguna untuk menghubungkan beberapa unit Mac secara bersamaan guna meningkatkan performa secara skalabel.

Inovasi tersebut secara efektif menggantikan fungsi ekspansi internal yang selama ini menjadi nilai jual utama Mac Pro di segmen ultra high-end.

Bagi para Apple Fanboy, kabar ini mungkin mengecewakan. Namun, mempertahankan Mac Pro dengan spesifikasi lama di harga yang sangat tinggi dinilai tidak lagi relevan bagi konsumen. Dengan memprioritaskan Mac Studio, Apple tampak ingin menawarkan performa tinggi dalam bentuk yang lebih efisien dan modern.

Â