WhatsApp di iPhone bakal Punya Fitur Penerjemah Otomatis, Ngobrol Lintas Bahasa Makin Gampang

WhatsApp dilaporkan tengah menguji coba fitur baru yang bisa menerjemahkan pesan secara otomatis.

Diterbitkan 23 Maret 2026, 15:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengguna WhatsApp di iPhone bakal kedatangan fitur baru yang mempermudah komunikasi lintas bahasa. Sebab, aplikasi chatting tersebut disebut tengah menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna menerjemahkan pesan secara otomatis.

Berdasarkan temuan dari WABetaInfo seperti dikutip dari 9to5Mac, Senin (23/3/2026), pada versi beta terbaru di TestFlight, WhatsApp diketahui sedang menyiapkan tombol Translate Messages di setiap ruang obrolan.

Seperti namanya, begitu fitur ini aktif, semua pesan baru yang masuk akan diterjemahkan secara otomatis, tanpa pengguna perlu bertindak apa pun.

Setelah mengaktifkan fitur ini, pengguna bebas memilih bahasa asal pesan dan bahasa tujuan terjemahannya. Sebagai contoh, pengguna bisa mengatur agar semua pesan masuk otomatis berubah menjadi bahasa Inggris atau bahasa lainnya.

Keamanan Terjaga

Salah satu keunggulan utama dari fitur ini adalah privasi. Alih-alih mengirim data ke server eksternal, proses penerjemahan ini mengandalkan paket bahasa on-device milik Apple.

Dengan kata lain, semua proses terjemahan dilakukan secara lokal di perangkat iPhone pengguna. Hal ini dilakukan untuk memastikan sistem keamanan end-to-end encryption tetap terjaga.

Fitur ini akan mendukung berbagai bahasa populer yang tersedia di aplikasi Translate milik Apple, seperti Indonesia, Mandarin, Jepang, Korea, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Thailand, Vietnam, Belanda, hingga Portugis.

Mengingat fitur ini mengandalkan paket bahasa Apple, bukan tidak mungkin jumlahnya akan bertambah seiring pembaruan daftar bahasa di aplikasi Translate.

Hinggas saat ini, fitur tersebut masih dalam uji coba di TestFlight dan belum tersedia secara luas untuk seluruh pengguna beta. Karenanya, belum dapat dipastikan kapan WhatsApp akan merilisnya untuk publik.

WhatsApp Hadirkan Akun Khusus Anak di Bawah 13 Tahun, Orang Tua Bisa Batasi Chat dan Grup

Di sisi lain, Meta akhirnya membuka jalan bagi anak-anak di bawah usia 13 tahun untuk memakai layanan WhatsApp. Berdanya, akses ini tidak diberikan secara bebas.

Raksasa media sosial (medsos) tersebut menghadirkan akun WhatsApp khusus yang harus dikelola orang tua atau wali, dengan sederet pembatasan dirancang untuk membuat pengalaman berkomunikasi lebih aman.

Fitur ini dirancang agar anak-anak di bawah usia 13 tahun tetap dapat menggunakan platform pesan ini dengan lebih aman dan dengan pengawasan yang lebih ketat.

Dikutip dari Engadget, Minggu (15/3/2026), melalui fitur kontrol baru ini, orang tua atau wali dapat mengatur dan membatasi siapa saja yang diperbolehkan mengirim pesan kepada anak. Dengan begitu, penggunaan aplikasi diharapkan menjadi lebih aman dan terkontrol.

WhatsApp juga membatasi fungsi fitur pada akun yang dikelola orang tua. Akun ini hanya dapat digunakan untuk berkirim pesan dan melakukan panggilan saja. Sementara itu, sejumlah fitur tambahan seperti Channels, berbagi lokasi, serta Meta AI tidak akan tersedia pada akun tersebut.

WhatsApp mengharuskan orang tua atau wali menempatkan ponsel mereka di dekat perangkat milik anak saat membuat akun yang dikelola orang tua untuk menghubungkan kedua akun tersebut.

Setelah terhubung, orang tua dapat mengatur siapa saja yang diperbolehkan menghubungi anak mereka, serta menentukan grup yang dapat mereka ikuti. WhatsApp juga menyediakan panduan langkah demi langkah bagi pengguna untuk mengaktifkan fitur tersebut.

Orang tua juga akan melihat permintaan pesan dari kontak yang tidak dikenal terlebih dahulu dan dapat menyesuaikan pengaturan privasi dari perangkat yang dikelola. Akun yang dikelola orang tua ini dilindungi dengan PIN dan hanya orang tua atau wali yang dapat mengubah pengaturan privasi.

Sama seperti semua percakapan WhatsApp, akun yang dikelola orang tua tetap dilindungi enkripsi ujung ke ujung, sehingga tidak ada orang lain yang dapat melihat isi pesan yang dikirim melalui akun tersebut.

Secara default, hanya kontak yang tersimpan yang dapat mengirim pesan ke akun yang dikelola. Anak juga tidak dapat bergabung dengan grup atau melihat undangan grup dari orang tidak dikenal tanpa persetujuan terlebih dahulu dari orang tua atau wali. Permintaan tersebut akan muncul dalam bentuk notifikasi pada perangkat orang tua. 

Meta Perkuat Kontrol Orang Tua di Berbagai Platformnya

Meta beberapa tahun terakhir terus mengoptimalkan fitur kontrol orang tua di berbagai platformnya. Pada September lalu, Meta memperkenalkan akun remaja untuk pengguna berusia 13 hingga 15 tahun di Facebook dan Messenger.

Setahun sebelumnya, akun remaja bagi pengguna di bawah 16 tahun juga diwajibkan di platform Instagram.

Seperti akun yang dikelola orang tua di WhatsApp, fitur tersebut memungkinkan orang tua menyetujui berbagai permintaan dari anak serta mengaktifkan pengaturan privasi yang lebih ketat.