Penggunaan ChatGPT di Indonesia Naik 85 Persen Jelang Ramadan, Digunakan untuk Apa Saja?

Penggunaan ChatGPT di Indonesia melonjak 85 persen jelang Ramadan 2026. Dari susun menu sahur hingga cari ide bisnis, AI kian diandalkan untuk berbagai hal.

Diterbitkan 28 Februari 2026, 19:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - ChatGPT semakin populer dan banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia, khususnya menjelang bulan suci Ramadan. Hal ini terungkap lewat laporan data anonim OpenAI pada Januari 2026.

Mengutip laporan OpenAI, Sabtu (28/2/2026), prompt chatGPT terkait dengan aktivitas Ramadan meningkat hingga 85 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Lonjakan ini menandakan perubahan perilaku digital masyarakat, di mana chatGPT tidak lagi sekadar alat tanya jawab. Akan tetapi, kecerdasan buatan (AI) itu kini berubah layaknya menjadi asisten pribadi.

Lewat chatGPT, pengguna bisa melakukan berbagai hal mulai dari perencanaan ibadah, produktivitas kerja, hingga peluang bisnis musiman. Head of Communications OpenAI Southeast Asia, Grace Chua, mengatakan tren ini terlihat jelas dari jenis pertanyaan masuk.

"Kami melihat masyarakat Indonesia semakin memanfaatkan ChatGPT untuk berbagai kebutuhan dalam keseharian mereka," kata Grace. 

Ia menambahkan, prompt bertema “cara praktis” atau how to masuk ke dalam lima besar pertanyaan paling populer di Indonesia. Saat Ramadan, topik tersebut berkembang ke rutinitas harian, menu sahur dan buka puasa lebih sehat, ide jualan, hingga strategi meningkatkan keuntungan bisnis.

1. Ide Menu Sahur dan Buka Puasa Pakai ChatGPT

Kenaikan pemakaian chatGPT juga terlihat dari angka pencarian resep dan nutrisi. Data menunjukkan, pencarian resep memasak naik 38 persen, sementara topik nutrisi dan diet meningkat 29 persen dari bulan sebelumnya.

Dari data ini, dapat diketahui ternyata banyak pengguna memanfaatkan chatbot buatan OpenAI ini untuk menyusun meal planning selama tujuh hari. Mereka memasukkan preferensi diet, kondisi kesehatan, hingga anggaran belanja.

Hasilnya, rekomendasi menu lebih terarah dan sesuai kebutuhan. Agar hasilnya lebih relevan, pastikan Anda menjelaskan kondisi kesehatan awal dan tujuan yang ingin dicapai, pantangan diet dan bahan makanan yang ingin digunakan.

Contoh prompt:

“Aku lagi puasa Ramadan dan pengen gula darah tetap stabil. Bisa bantu bikinin menu sahur 7 hari yang indeks glikemiknya rendah, tinggi serat, dan proteinnya cukup? Menu masakannya yang praktis dan sekalian kasih tips biar kenyang lebih lama. Aku lebih suka masakan rumahan Indonesia dengan budget sehari Rp100.000.”

Anda juga bisa mengatur anggaran belanja sesuai keinginan, mengganti bahan makanan alternatif lokal, atau untuk mencantumkan estimasi kandungan kalori hingga protein di hasil menu makanan tersebut.

 

2. Ide Bisnis Lewat ChatGPT

ChatGPT Perketat Akses Remaja, OpenAI Tingkatkan Sistem Prediksi Usia. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Momen Ramadan juga kerap dijadikan sebagai ide bisnis. Data OpenAI menunjukkan, prompt terkait riset bisnis dan pemasaran juga naik 31 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Banyak pengguna memakai chatGPT untuk menguji ide jualan, menyusun skema harga, hingga membuat perencanaan produksi selaras dengan jadwal ibadah.

Anda juga bisa meminta AI membuat struktur Google Sheets untuk melacak penjualan, menghitung harga pokok penjualan, hingga laba bersih.

Cukup jelaskan modal tersedia dan jadwal harian, lalu ChatGPT dapat membantu menyusun lini masa produksi hingga skenario harga yang tetap selaras dengan rutinitas ibadah. 

Contoh prompt:

“Tolong buatkan struktur Google Sheets untuk melacak penjualan harian, harga pokok penjualan (HPP), laba kotor, dan laba bersih untuk usaha kecil camilan Ramadan. Sertakan judul kolom, contoh rumus, serta penjelasan untuk setiap rumus. Kemudian, ubah menjadi format tabel yang bisa langsung saya salin ke Google Sheets.”

 

3. ChatGPT Jaga Produktivitas Selama Puasa

Membuat Prompt Chatgpt. (Gemini AI)

Selain urusan dapur dan bisnis, chatGPT juga sering dipakai untuk mengatur jadwal kerja dan aktivitas harian. Berbekal Agent Mode, pengguna bisa menyusun prioritas tugas, menyiapkan riset, hingga membuat draft email.

Mode ini efektif untuk mengurangi beban mental dalam mengambil keputusan sehingga produktivitas tetap terjaga di tengah tuntutan fisik dan spiritual selama berpuasa.

Contoh prompt:

“Aku butuh bantuan cari tempat buka bersama (iftar) di Jakarta Selatan untuk sekitar 30 orang, rencananya minggu depan. Tempatnya harus bisa menampung 30 tamu duduk (kalau bisa ada ruangan private atau semi-private), punya musala atau ruang salat khusus di lokasi, dan menyajikan makanan Indonesia. Acaranya di jam makan malam, kira-kira pukul 17.30-21.00, dengan budget mid-range (bukan fine dining mewah). Prioritaskan tempat yang ratingnya bagus dan cocok untuk acara rame. Kalau bisa, sekalian cek ketersediaan untuk minggu depan dan info tanggal mana yang masih available.”

Dengan izin pengguna, Agent Mode juga bisa menyesuaikan jadwal dengan Google Calender agar tidak bentrok dengan agenda lain.

Pemanfaatan teknologi merupakan pendukung agar momen tersebut berjalan lebih bermakna dan sesuai dengan tujuan setiap individu. Seiring adaptasi masyarakat Indonesia terhadap AI seperti ChatGPT, OpenAI terus berinovasi untuk mendukung efisiensi dan produktivitas di berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik