Sukses

Mahasiswa ITB Jadi Juara Dunia Dalam Kompetisi Keamanan IT

Nama Indonesia kembali harum di kancah internasional berkat Firman Azhari, mahasiswa Institut Teknologi bandung (ITB) yang berhasil menjadi juara pertama dalam kompetisi keamanan IT dunia, yang diadakan oleh Kaspersky Lab, CyberSecurity for the Next Generation 2013.

Firman berhasil mengalahkan 13 calon pemenang regional lain yang berasal dari 10 negara, berkat usulan paper yang menawarkan solusi mengatasi masalah keamanan pembayaran elektornik (e-payment) dan data identitas elektronik (e-identity).

Dalam papernya yang berjudul Detection of Security Vulnerability in Indonesian Near Field Communication (NFC) Applications (Pendeteksian Kerentanan Keamanan pada aplikasi Near Field Communication di Indonesia), ia menawarkan solusi mulai dari mendeteksi, mencegah aplikasi mobile bernama NFC Inspector dan sebuah alat penganalisa sistem NFC bernama AZlyzer.

Selain menobatkan Firman sebagai juara utama, babak final yang diadakan di Royal Holloway, University of London juga mengukuhkan Dusan Repel dari University of Plymouth, Inggris dan Iwan Gulenko dari Technical University of Munich, Jerman sebagai juara kedua dan ketiga.

Sebelum menjadi juara tingkat dunia, Firman berhasil mengungguli pesaingnya di wilayah Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika. Di tingkat dunia, Firman berhasil 'menyingkirkan' pesaingnya yang berasal dari Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Eropa dan Rusia.

Veniamin Ginodman, Head of Education Programs Kaspersky Lab mengatakan bahwa ancaman cyber berevolusi dengan sangat cepat sehingga pendidikan berkualitas dirasa penting untuk menanggulangi hal ini.

"Di saat yang sama, kami berharap para profesional muda di bidang IT memahami situasi di dunia cyber secara utuh dan terlatih untuk menghadapi seluruh ancaman yang ada," ucapnya melalui keterangan rilis yang diterima Liputan6.com, Selasa (2/7/2013). (vin/dew/*)