Pendapatan OpenAI Tembus Rp 339 Triliun pada 2025

Pendapatan tahunan OpenAI telah melampaui Rp 339 triliun pada 2025. Pertumbuhan pesat ini berbanding lurus dengan ekspansi kapasitas komputasi perusahaan.

Diterbitkan 20 Januari 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - OpenAI mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada 2025. Chief Financial Officer OpenAI, Sarah Friar, mengungkapkan bahwa pendapatan tahunan perusahaan telah melampaui angka USD 20 miliar atau sekitar Rp 339 triliun.

Dikutip dari Reuters, Selasa (20/1/2026), angka itu melonjak tajam dari USD 6 miliar atau setara Rp 101 triliun pada 2024.

Dalam unggahan di blog resmi perusahaan pada Minggu kemarin, Friar menjelaskan bahwa pertumbuhan pesat ini berbanding lurus dengan ekspansi kapasitas komputasi perusahaan.

Tercatat, kapasitas komputasi OpenAI meningkat menjadi 1,9 gigawatt (GW) pada 2025, naik signifikan dari 0,6 GW di tahun sebelumnya. Selain performa finansial, angka pengguna aktif mingguan dan harian OpenAI juga dilaporkan terus menyentuh rekor tertinggi baru.

Untuk menopang biaya pengembangan teknologi yang sangat besar, OpenAI mulai melakukan langkah monetisasi yang lebih agresif.

Pekan lalu, perusahaan mengumumkan dimulainya uji coba penayangan iklan pada ChatGPT bagi sebagian pengguna di Amerika Serikat (AS).

Meski pengeluaran untuk infrastruktur tergolong tinggi, Friar menegaskan bahwa OpenAI tetap menjaga neraca keuangan yang "ringan" (light balance sheet).

Strategi ini dijalankan dengan mengedepankan kemitraan daripada kepemilikan aset secara mandiri, serta menyusun kontrak yang fleksibel dengan berbagai penyedia layanan dan produsen perangkat keras.

 

Ekspansi ke Perangkat Keras dan Otomatisasi

Di sisi lain, OpenAI juga mulai melirik sektor perangkat keras. Mengutip laporan Axios, Chief Policy Officer OpenAI Chris Lehane menyatakan bahwa perusahaan berada dalam jalur yang tepat untuk memperkenalkan perangkat (hardware) pertamanya pada paruh kedua 2026.

Mengenai arah pengembangan platform, Friar menyebutkan setelah menguasai ranah teks, gambar, suara, hingga kode, fase OpenAI berikutnya akan berfokus pada AI agents dan otomatisasi alur kerja (workflow automation).

Teknologi ini dirancang untuk bekerja secara kontinu, mampu memahami konteks dalam jangka panjang, serta dapat mengambil tindakan di berbagai platform atau alat kerja.

Memasuki tahun 2026, OpenAI akan memprioritaskan "adopsi praktis" teknologi AI, dengan fokus utama pada sektor kesehatan, sains, dan enterprise.

OpenAI Mulai Uji Iklan di ChatGPT, Ini Dampaknya bagi Pengguna Gratis

Perbincangan panas tentang bagaimana OpenAI meraup untung kembali menemukan titik terang. Raksasa kecerdasan buatan (AI) tersebut akhirnya mengonfirmasi rumor yang sudah lama beredar, yaitu dengan cara memasang iklan di layanan mereka.

Mengutip TechCrunch, Minggu (18/1/2026), OpenAI menyatakan akan mulai menguji penayangan iklan untuk pengguna ChatGPT di Amerika Serikat (AS). Rencananya, uji coba iklan ini ditujukan untuk pengguna paket gratis dan ChatGPT Go.

Raksasa AI itu menyebut, kebijakan untuk memasang iklan adalah sebagai upaya menjaga akses gratis tetap tersedia. Tak hanya itu, rencana ini dapat menjadi sumber pendapatan baru dari pengguna yang belum siap berlangganan layanan berbayar.

Dalam keterangannya, OpenAI menjelaskan iklan akan ditampilkan di bagian bawah percakapan. Konten iklan akan disesuaikan dengan topik yang sedang dibahas pengguna. Meski begitu, perusahaan menegaskan pengalaman pengguna tetap prioritas. Mereka mengklaim, pengguna tetap memiliki kendali penuh atas iklan yang muncul

Pengguna bisa menutup iklan, melihat alasan mengapa iklan tertentu ditampilkan, hingga menonaktifkan personalisasi agar iklan tidak lagi ditargetkan berdasarkan percakapan.

Perusahaan juga memastikan, tidak akan menampilkan iklan kepada pengguna yang diyakini berusia di bawah 18 tahun.

OpenAI menegaskan, iklan hanya akan muncul untuk pengguna paket gratis dan ChatGPT Go. Sementara untuk pengguna Pro, Plus, Business, dan Enterprise dipastikan tidak akan melihat iklan apa pun.

 

Peluang Baru

Langkah ini membuka peluang baru dari sisi bisnis. Perusahaan mengatakan, pendapatan iklan dapat menopang layanan gratis. Di saat yang sama, keberadaan iklan berpotensi mendorong sebagian pengguna beralih ke paket berlangganan tanpa iklan.

Terkait keamanan, OpenAI menjawab kekhawatiran publik dengan menekankan komitmen menjaga independensi jawaban ChatGPT. PErusahaan menyatakan, iklan tidak akan memengaruhi respons chatbot.

Kreator chatbot ChatGPT ini juga menastikan tidak akan menjual data pengguna kepada pengiklan. Data percakapan tidak digunakan untuk kepentingan komersial di luar penayangan iklan yang transparan.

Rencananya, uji coba format iklan ini akan digelar dalam beberapa minggu hingga bulan ke depan, sebelum akhirnya diterakpan lebih luas ke seluruh pengguna secara global.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)