Pengalaman Ganti HP Android Dinilai Tertinggal, Fitur iPhone Ini Bikin Iri

Android terus berkembang dari sisi fitur dan performa. Namun urusan pindah data saat ganti ponsel masih jadi keluhan. Sementara itu, iPhone menawarkan migrasi n

Diterbitkan 13 Januari 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - OS Android terus berkembang, mulai dari fitur semakin lengkap, performa kian stabil, dan pilihan perangkat tersedia di berbagai kelas harga. Namun di balik hal tersebut ada satu persoalan masih menjadi keluhan pengguna.

Salah satunya adalah proses memindahkan data saat berganti ponsel atau migrasi. Mengutip laporan Android Authority, Selasa (13/1/2026), pindah data antarperangkat OS Android masih dianggap rumit dan tidak konsisten.

Prosesnya sering memakan waktu lama dan hasilnya tidak selalu lama di setiap merek ponsel. Kondisi ini dinilai kontras dengan pengalaman pengguna iPhone.

Apple dinilai berhasil menghadirkan sistem migrasi data nyaris tanpa hambatan. Fitur migrasi iPhone disebut sebagai salah satu keunggulan iOS yang layak ditiru oleh Google.

Migrasi iPhone Nyaris Tanpa Sentuhan Pengguna

Bagi pengguna iPhone, berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain sangat mudah. Pengguna cukup mendekatkan perangkat lama dan baru, lalu sistem akan secara otomatis menyalin hampir seluruh isi ponsel.

Data yang dipindahkan mencakup pesan, foto, aplikasi lengkap dengan status login, kata sandi, hingga susunan layar utama. Setelah proses selesai, iPhone baru bisa langsung menggunakan ponsel baru tanpa perlu melakukan pengaturan ulang.

Penglaman ini konsistensi ini di s eluruh model iPhone. Salah satu alasannya karena perusahaan mengelola OS miliknya secara terpusat. Seluruh iPhone berjalan di iOS dengan standar kompatibilitas tinggi, meskipun tidak berada pada versi sistem operasi terbaru.

Apple juga memberikan dukungan lewat layanan iCloud. Pengguna iPhone baru mendapatkan fasilitas penyimpanan cloud gratis untuk mencadangkan data. Cadangan ini bisa dibuat sebelum perangkat baru diterima, termasuk saat pengguna mengikuti program trade-in.

iCloud juga melakukan pencadangan otomatis setiap hari selama perangkat terhubung ke Wi-Fi dan sedang diisi daya. Cadangan tersebut juga mencakup Apple Watch, sehingga pengguna tidak perlu mengatur ulang perangkat pendukung.

Migrasi Data di Android Masih Ada Rintangan

Berbeda dengan iPhone, proses migrasi di Android masih bergantung pada banyak faktor, mulai dari merek perangkat hingga dukungan aplikasi.

Saat berpindah ponsel dalam satu merek, seperti sesama Samsung atau Pixel, prosesnya relatif lebih mudah. Namun, pengguna tetap harus menghadapi keterbatasan, terutama pada status login aplikasi yang sering tidak ikut terbawa.

Google memang telah memperkenalkan fitur Restore Credentials agar pengguna tetap masuk ke aplikasi setelah berpindah perangkat. Namun, fitur tersebut masih bersifat opsional bagi pengembang aplikasi, sehingga penerapannya belum merata.

Masalah juga sering muncul pada aplikasi permainan. Jika pengembang tidak menyediakan sinkronisasi data berbasis cloud atau akun, progres permainan berisiko hilang Hal ini tentu mengecewakan bagi pengguna yang telah menghabiskan banyak waktu bermain.

Selain itu, sejumlah pengaturan penting kerap terlewat untuk diaktifkan kembali, seperti pencadangan Google Photos, riwayat lokasi Google Maps, serta sinkronisasi data kesehatan. Jika tidak diaktifkan ulang secara manual, data bisa tidak tersimpan dengan sempurna.

Pindah Merek Android, Risiko Makin Besar

Kesulitan semakin terasa ketika pengguna berpindah antar merek Android. Banyak pengaturan dasar tidak berpindah secara sempurna, mulai dari tata letak layar utama, jaringan Wi-Fi tersimpan, hingga preferensi suara dan panel pintasan.

Izin aplikasi juga sering ter-reset, sehingga beberapa fitur tidak berjalan normal seperti kamera yang tidak aktif saat melakukan panggilan video. Pengguna baru menyadarinya setelah mengalami kendala.

Pengelolaan file juga menjadi tantangan. Beberapa alat migrasi memindahkan seluruh foto dan video ke satu folder tanpa mempertahankan struktur lama. Akibatnya, pengguna harus menata ulang file secara manual.

Risiko Kehilangan Data Jika Ponsel Hilang

Jika perangkat Android hilang atau rusak, peluang kehilangan data masih cukup besar. Layanan cadangan Google Drive hanya menyimpan sebagian data, seperti aplikasi, kontak, dan pengaturan dasar.

Foto dan dokumen memerlukan pengaturan cadangan terpisah melalui Google Photos atau layanan lain. Tidak adanya sistem cadangan terpadu membuat proses pemulihan data tidak semudah ekosistem Apple.

Sejumlah produsen memang menyediakan penyimpanan awan sementara untuk kebutuhan trade-in, tetapi layanan tersebut belum tersedia secara merata bagi seluruh pengguna Android.

Dorongan untuk Pembenahan Sistem

Di usia Android yang semakin matang, sistem pencadangan dan migrasi ini dinilai perlu segera mendapat perhatian lebih serius. Meski tidak semua pengguna rutin mengganti ponsel, pengalaman buruk saat berpindah perangkat dapat meninggalkan kesan negatif.

Keragaman ekosistem Android memang menjadi keunggulan, tetapi justru menjadi tantangan besar dalam menciptakan pengalaman migrasi yang konsisten dan mulus. Google dinilai perlu menghadirkan solusi terpadu agar perpindahan antarperangkat Android dapat semudah yang ditawarkan Apple.

Infografis Baterai Ponsel Meledak (Liputan6.com/Triyasni)