Liputan6.com, Jakarta - Pengguna Android kini akan mendapat peringatan saat mengunduh aplikasi di Google Play Store yang diketahui cepat menguras baterai.
Google baru saja menghadirkan sistem pemantauan baru di Play Store untuk mendeteksi aplikasi yang terlalu sering membuat perangkat tetap aktif di latar belakang.
Fitur ini menggunakan metrik baru bernama “excessive partial wake locks”, hasil kerja sama antara Google dan Samsung. Kolaborasi tersebut menggabungkan pengalaman pengguna nyata milik Samsung dengan data sistem Android, sehingga bisa memberikan gambaran lebih akurat tentang seberapa besar aplikasi berpengaruh terhadap daya tahan baterai ponsel.
Advertisement
Sejak diuji secara terbatas pada April 2025, Google mengaku telah memperbarui algoritma berdasarkan masukan dari para pengembang aplikasi. Kini, sistem tersebut resmi diluncurkan untuk seluruh pengguna dan mulai diterapkan secara bertahap di Play Store.
Dalam penjelasannya via 9to5google, dikutip Jumat (14/11/2025), Google menyebut sebuah aplikasi dianggap boros baterai jika menahan wake lock lebih dari dua jam dalam kurun waktu 24 jam.
Wake lock sendiri merupakan kondisi ketika aplikasi membuat prosesor ponsel tetap aktif, meski layar sudah mati, sehingga menyebabkan baterai terkuras lebih cepat.
Selain itu, aplikasi juga akan dikategorikan “berperilaku buruk” apabila lebih dari 5% sesi pengguna dalam 28 hari terakhir menunjukkan aktivitas wake lock berlebihan. Jika hal ini terjadi, Google akan menurunkan visibilitas aplikasi tersebut dari fitur rekomendasi utama di Play Store.
Kebijakan baru ini diharapkan bisa mendorong para pengembang untuk lebih bijak dalam mengelola aktivitas latar belakang aplikasi mereka, sekaligus membantu pengguna agar lebih waspada terhadap aplikasi yang bisa mempercepat habisnya baterai perangkat.
Ada Penipuan Iklan Skala Besar, Google Hapus 350 Aplikasi Berbahaya dari Play Store!
Sebelumnya, Google menghapus lebih dari 350 aplikasi dari Play Store setelah tim riset Satori dari Human Security mengungkap skema penipuan iklan berskala besar.
Operasi jahat yang dikenal sebagai IconAds ini diperkirakan menghasilkan satu miliar permintaan iklan setiap harinya.
Meskipun aplikasi-aplikasi tersebut telah ditarik dari toko aplikasi, pengguna yang telah menginstal sebelum penghapusan tetap akan menemukannya di perangkat mereka.
Aplikasi-aplikasi ini tidak akan menghapus diri sendiri secara otomatis, sehingga pengguna perlu menghapusnya secara manual. Demikian sebagaimana dikutip dari Gizchina, Senin (7/7/2025).
Skema penipuan iklan ini menggunakan taktik sederhana namun efektif: aplikasi yang dikemas ulang, nama menyesatkan, ikon yang meniru aplikasi resmi, dan proses latar belakang yang membanjiri jaringan iklan dengan trafik palsu.
Bahkan, beberapa aplikasi menggunakan ikon yang meniru logo Play Store itu sendiri.
Praktik semacam ini bukanlah hal baru dan tidak terlalu canggih. Namun, yang patut disoroti adalah volumenya yang sangat besar--ratusan aplikasi dengan ribuan varian, yang masing-masing dialihkan melalui domain yang dirancang untuk mempersulit pelacakan.
Advertisement
Semua Ada di Tangan Pengguna
Infrastruktur ini terkoordinasi dengan baik, dan tujuannya (seperti biasa) adalah keuntungan finansial melalui pembuatan tayangan palsu, menjalankan iklan tersembunyi, dan menagih pengiklan.
Para peneliti Satori menjelaskan bahwa aplikasi-aplikasi ini dirancang agar terlihat tidak berbahaya atau mudah dilupakan.
Setelah terinstal, mereka akan berbaur dan diam-diam menjalankan proses di latar belakang yang mungkin tidak disadari oleh sebagian besar pengguna.
Meskipun Google telah menghapus aplikasi-aplikasi tersebut, fitur Play Protect tidak secara otomatis membersihkan perangkat yang terinfeksi. Tanggung jawab ini sepenuhnya berada di tangan pengguna.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4342823/original/083786000_1677680423-Infografis_SQ_Cara_Mutakhirkan_Aplikasi_PeduliLindungi_ke_Satu_Sehat_Mobile.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3904848/original/078014600_1762748675-foto_gw_page-0001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1351884/original/015932300_1474452534-cover-google-play-icon.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1332984/original/066962700_1472618858-android.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/155/original/044152800_1745337825-WhatsApp_Image_2025-04-22_at_10.54.48_PM.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265937/original/002876800_1782113772-Google.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3254603/original/076056300_1601519513-Google_Nest.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262965/original/010796100_1781854642-Fitur_Android_17_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262834/original/022687400_1781850237-Android_17.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479316/original/092641900_1768974228-OpenAI_ChatGPT_01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4845374/original/089000000_1716891803-Google_Android_14.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740148/original/096906100_1707635467-photo_2024-02-11_14-06-25.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257138/original/088536500_1781226171-Piala_Dunia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5592130/original/031114300_1778149300-20120330183634-google-buka-kantor-di-jakarta-003-mudasir.jpg)