SpaceX Milik Elon Musk Borong Spektrum Senilai Rp 276 Triliun, Mau Bangun Jaringan Seluler?

SpaceX dilaporkan membeli spektrum nirkabel senilai Rp 276 triliun dari EchoStar. Pembelian ini memicu rumor bahwa Elon Musk akan membangun jaringan seluler Starlink sendiri untuk menyaingi operator besar dan memungkinkan streaming video langsung dari satelit.

Diterbitkan 18 September 2025, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, disebut telah menyelesaikan kesepakatan besar dengan nilai mencapai USD 17 miliar atau sekitar Rp 279 triliun untuk membeli spektrum nirkabel.

Langkah besar ini langsung menimbulkan banyak pertanyaan soal arah baru yang akan diambil SpaceX di industri telekomunikasi.

Mengutip Gizmodo, Kamis (18/9/2025), menurut laporan The Washington Post, spektrum tersebut dibeli dari perusahaan komunikasi satelit EchoStar.

Banyak yang menduga pembelian ini menjadi bagian dari rencana SpaceX untuk membangun jaringan seluler 5G berbasis satelit Starlink miliknya sendiri.

Sebelumnya, SpaceX memang sudah bekerja sama dengan operator lain, seperti T-Mobile, untuk memperluas jangkauan sinyal ke wilayah yang sulit terjangkau.

Namun, langkah membeli spektrum dalam skala besar ini bisa menjadi tanda bahwa SpaceX mulai mempertimbangkan perubahan model bisnis.

Bukan sekadar bermitra, tapi juga bisa berpotensi menjadi pemain utama yang benar-benar berdiri sendiri di pasar telekomunikasi.

Visi Elon Musk: Streaming Video Langsung dari Satelit

Elon Musk sendiri tidak menolak kabar yang selama ini ramai dibicarakan. Dalam sebuah acara di All-In Podcast, ia mengonfirmasi bahwa spektrum baru yang dibeli SpaceX akan dipakai untuk menghadirkan “konektivitas berkecepatan tinggi” langsung dari satelit ke ponsel pengguna.

“Efeknya adalah Anda seharusnya bisa menonton video di mana saja di ponsel,” kata Musk.

Kabarnya, perusahaan juga akan menawarkan layanan panggilan suara dalam waktu dekat. Musk juga menambahkan bahwa layanan streaming video di ponsel ditargetkan bisa tersedia dalam dua tahun ke depan.

Strategi Persaingan: Bangun Sendiri atau Akuisisi Operator?

Saat Elon Musk ditanya apakah SpaceX berencana bersaing langsung dengan raksasa telekomunikasi seperti AT&T, T-Mobile, dan Verizon--Musk memberikan jawaban yang membuat banya orang terkejut.

Musk tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaannya bisa saja membeli salah satu operator besar di masa depan. “Itu bukan hal yang mustahil,” ujar Musk.

Untuk saat ini, layanan Starlink disebut masih memiliki keterbatasan, terutama soal spektrum yang digunakan. Hal ini membuat kemampuannya untuk menjangkau kawasan perkotaan padat masih terbatas.

Di area tersebut, operator besar jelas lebih unggul karena telah lama memiliki infrastruktur yang lengkap dan teruji.

Karena itu, mengakuisisi perusahaan yang sudah mapan bisa menjadi salah satu cara bagi Musk untuk masuk lebih dalam ke pasar telekomunikasi.

Potensi Lampu Hijau dari Regulator

Jika SpaceX benar-benar serius ingin menjadi operator seluler besar, regulasi yang berlaku di bawah pemerintahan saat ini tampaknya tidak akan menjadi penghalang besar.

Hal ini setidaknya tercermin dari sikap Komisi Komunikasi Federal (FCC), lembaga yang memegang kendali utama atas regulasi telekomunikasi di Amerika Serikat.

Salah satu pimpinannya, Brendan Carr, bahkan secara terbuka menyatakan dukungan terhadap langkah SpaceX.

Ia menyebut pembelian spektrum senilai miliaran dolar itu bisa menjadi “game changer” atau pengubah permainan bagi industri jaringan seluler.

Dukungan dari regulator tertinggi ini muncul di saat rumor soal rencana besar SpaceX masih terus beredar.

Infografis Konsumsi Media