Sukses

Ahli Ingatkan Asisten AI Bisa Bahayakan Perkembangan Sosial Anak

Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran asisten virtual seperti Google Assistant hingga Alexa mendapatkan perhatian terkait privasi. Meski begitu, asisten virtual terus merangsek naik dengan penggunaan yang kian masif di rumah tangga.

Meski begitu praktis dan memudahkan kehidupan, tampaknya asisten virtual juga memiliki dampak yang merugikan bagi pertumbuhan anak-anak.

Mengutip Digital Trends, Jumat (30/9/2022), asisten virtual dianggap membahayakan perkembangan sosial anak-anak terutama dalam memperoleh keterampilan inti.

Informasi ini adalah hasil analisis dari para ahli Fakultas Kedokteran Klinis Universitas Cambridge. Mereka menyebut, interaksi dengan asisten AI mempengaruhi anak-anak dalam tiga cara. Pertama, halangan yang ditimbulkan untuk kesempatan belajar.

Asisten AI bikinan Amazon, Apple, dan Google ini memang terus berkembang dalam hal kecepatan dan hal ini dianggap menakutkan. Tiap tahunnya, kemampuan mereka mendapatkan jawaban relevan dari web juga terus meningkat.

Dengan kemudahan yang dihadirkan asisten virtual AI, para ahli meyakini, proses belajar tradisional, khususnya dalam mendapatkan dan menyerap pengetahuan pelan-pelan tergerus.

Masalah sebenarnya pun terjadi, yakni saat anak-anak mengajukan pertanyaan di depan orang tua. Mereka kerap ditanya tentang konteks dan alasan di balik pertanyaan mereka.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Dekatkan Anak dengan Misinformasi

Nah, ketika seseorang (dalam hal ini anak-anak) mencari jawaban atas sesuatu, mereka mengembangkan pendekatan kritis dan penalaran logis untuk menguraikan jenis informasi yang tepat dan ruang lingkup imajinasi mereka juga akan melebar.

"Anak-anak memiliki pemahaman buruk tentang bagaimana informasi diambil dari internet, di mana internet disimpan, dan keterbatasan internet. Dengan mempercayai sepenuhnya informasi dari internet, anak jadi lebih mudah menyerap informasi palsu," kata laporan tersebut.

Kumpulan misinformasi yang mengganggu di internet memang tidak perlu diperkenalkan ke anak-anak. Platform pun terus berjuang untuk menahannya agar sampai pengguna. Sayangnya, asisten AI memperburuk keadaan.

Hasil penelitian Stanford pada 2021 menemukan, asisten virtual seperti Alexa, Google Assistant, dan Siri memberikan serangkaian jawaban dan hasil pencarian yang berbeda terkait pertanyaan kesehatan.

Jika orang dewasa yang mencari tahu informasi ini, mereka diyakini mampu membuat keputusan yang bijak ketika dihadapkan skenario jawaban berbeda. Namun ketika anak dalam posisi tersebut, mereka berisiko terpapar misinformasi.

3 dari 4 halaman

Pertumbuhan Sosial Terhambat

Kedua, terkait pertumbuhan sosial yang terhambat. Seperti diyakini dan diketahui banyak orang, percakapan antarmanusia membantu memperbaiki etika sosial dan memungkinkan anak-anak belajar bagaimana berperilaku dengan benar di dunia luar. Sementara, mengobrol dengan asisten digital tidak menawarkan keistimewaan itu.

Singkatnya, asisten AI menawarkan jalan yang buruk bagi anak dalam mempelajari interaksi sosial. Meski asisten AI itu sendiri terus berkembang, misalnya dalam hal pemrosesan bahasa yang lebih alami.

Asisten Google misalnya, bisa berbicara secara alami seperti bicara dengan orang lain. Meski begitu, asisten virtual tidak bisa mengajarkan sopan santun dasar kepada anak-anak atau melatih cara berperilaku yang baik kepada anak.

4 dari 4 halaman

Tanggapan yang Tak Tepat

Misalnya, asisten AI tak bisa mengajari istilah sopan santun seperti "tolong". Parahnya dalam kondisi pandemi dan pembatasan-pembatasan, ruang interaksi manusia berkurang, menimbulkan risiko lebih besar bagi perkembangan sosial pikiran anak-anak.

Ketiga dan terakhir, adalah masalah tanggapan yang tidak tepat. Dalam hal ini, tak semua orang tua memiliki keterampilan untuk menetapkan batasan ketat seputar kontrol software parental. Hal ini berisiko memaparkan anak-anak ke konten yang tidak sesuai dengan usianya.

Laporan BBC tahun 2021 menyebut, Alexa dari Amazon pernah mempertaruhkan nyawa anak 10 tahun, dengan menantang mereka untuk menyentuh bagian sirkuit listrik dengan koin logam. Hal ini tentu sangatlah berbahaya bagi keamanan anak.

(Tin/Isk)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.