Sukses

NASA Akan Lakukan Penelitian UFO Selama 9 Bulan

Liputan6.com, Jakarta - NASA tidak menganggap enteng penelitian UFO. Pada Juni lalu, NASA mengumumkan bahwa mereka akan melakukan studi ilmiah tentang UFO atau yang baru-baru ini dinamai UAP (Unidentified Aerial Phenomena).

Pada saat itu, NASA menyebut tujuan mereka melakukan studi ilmiah tentang UFO adalah untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi data UFO yang ada.

NASA juga akan mengembangkan cara terbaik untuk mengumpulkan data observasi, di masa depan. Selanjutnya, penelitian ini akan menentukan bagaimana NASA akan menggunakan data untuk meningkatkan pemahamannya tentang hal yang masih membingungkan semesta ini.

Mengutip Gizchina, Sabtu (10/8/2022), penelitian tentang UFO ini bakal dipimpin oleh astrofisikawan David Spergel. Ia adalah seorang pemilik Yayasan Simmons di New York City, AS.

Laporan Gizchina menyebut, proyek ini setidaknya menelan biaya tidak lebih dari USD 100.000 dan akan berjalan selama sekitar sembilan bulan, dimulai musim gugur ini.

Dalam sebuah town hall meeting, para pejabat NASA menyebut, agensi antariksa AS ini bakal bekerja keras untuk mempertahankan jadwal tersebut. Town hall meeting tersebut juga membahas berbagai proyek untuk Science Mission Directorate (SMD).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Bakal Bekerja Habis-habisan

"Kami akan (bekerja) habis-habisan untuk mempersiapkan penelitian Unidentified Aerial Phenomena (UAP) ini. Ini penting dan akan menjadi prioritas tinggi kami," kata Asisten Wakil Asisten Administrator SMD untuk UAP, Daniel Evans.

Evans menambahkan, tim peneliti bakal terdiri dari 15-17 orang. Orang-orang itu terdiri dari beberapa ilmuwan terkemuka di dunia, praktisi data, praktisi AI, dan pakar keamanan antariksa.

Semua anggota tim memiliki misi khusus untuk memberitahukan ke tim tentang bagaimana menerapkan fokus penuh sains dan data ke UAP.

Sejauh ini, Evans dan timnya telah mengidentifikasi kandidat terbaik untuk kelompok tersebut dan berencana untuk meminta administrator NASA Bill Nelson untuk memimpin penelitian setelah pertemuan.

Evans mengatakan, rencananya semuanya selesai pada Oktober mendatang dan ia meyakini tim bisa menyelesaikannya lebih cepat.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 3 halaman

Kantor Resmi Penyelidik UFO

Terlepas dari rencana NASA, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) akan segera membuka kantor yang berfokus secara eksklusif pada penyelidikan penampakan UFO, menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh Departemen Pertahanan AS (DOD) pada 20 Juli 2022.

Mengutip Live Science, Sabtu (23/7/2022), kantor baru bernama All-domain Anomaly Resolution Office (AARO), akan berfungsi sebagai hub pusat yang mengumpulkan, menyelidiki, dan mengelola laporan penampakan UFO di seluruh DOD, yang mencakup Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara AS.

Kantor tersebut akan menyinkronkan upaya pemerintah federal "untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan mengaitkan objek yang menarik ... dan, jika perlu, untuk mengurangi ancaman terkait keselamatan operasi dan keamanan nasional," menurut pernyataan itu.

"Ini termasuk anomali, ruang tak dikenal, benda-benda di udara, terendam dan transmedium."

(Objek transmedium adalah objek yang mampu bergerak mulus antara darat, udara, dan laut — seperti UFO yang terlihat terjun dari langit dan ke laut dalam rekaman menakutkan yang ditangkap oleh Angkatan Laut AS pada Juli 2019.)

Pemerintah AS telah mengambil minat baru dalam UFO selama beberapa tahun terakhir, menyusul kebocoran tahun 2017 dari tiga klip video yang sekarang terkenal yang menunjukkan pesawat misterius tanpa sayap yang terbang dengan kecepatan hipersonik melewati beberapa pilot Angkatan Laut AS yang tercengang.

Angkatan Laut AS secara resmi mengkonfirmasi dan mendeklasifikasi video tersebut pada April 2020, tetapi tidak memberikan penjelasan tentang objek misterius itu.

(Tin/Isk)

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS