Sukses

Turnamen Dota 2 The International 2022 Digelar di Singapura, Ini Harga Tiketnya

Liputan6.com, Jakarta - Kompetisi Dota 2 The International 2022 atau The International 11 (TI11), sudah dipastikan akan digelar di Singapura pada bulan Oktober mendatang.

Untuk babak The Playoffs dijadwalkan akan digelar pada 20 sampai 23 Oktober, sementara The Finals akan digelar di 29 hingga 30 Oktober 2022.

Mengutip blog resminya, Sabtu (56/8/2022), Valve selaku perusahaan induk dari Dota 2, telah mengumumkan bahwa tiket untuk TI11 akan mulai bisa dibeli pada tanggal 13 Agustus 2022 mendatang.

Valve mengumumkan, semua tiket TI11 akan dijual dalam satu gelombang penjualan mulai pukul 10 pagi Waktu Singapura atau berarti jam 9 pagi Waktu Indonesia Barat (WIB).

Selain itu, batas pembelian untuk setiap tanggalnya adalah lima tiket. Untuk pembeli yang berdomisili di Singapura, akan mendapatkan opsi untuk pengiriman kurir atau pengambilan via telepon.

Valve pun juga telah mengumumkan harga tiket The International 2022, baik untuk babak The Playoffs maupun The Finals.

Harga tiket untuk The Playoffs adalah SGD 88 per hari atau sekitar Rp 953 ribu. Jadi jika ingin menonton seluruh pertandingan di babak ini secara penuh, kamu harus merogoh kocek sekitar Rp 3,8 juta.

Jika ingin nonton babak final, penonton harus menyiapkan dana sebesar SGD 498 atau sekitar Rp 5,4 juta. Untungnya, satu tiket ini dapat digunakan untuk masuk di dua hari The Finals.

Patut diingat bahwa harga yang tercantum di atas adalah harga tiketnya saja. Tidak termasuk biaya transportasi, akomodasi, atau makan selama kamu di Singapura.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Lokasi Pertandingan

Untuk lokasi pertandingan, babak The Playsoffs dari turnamen Dota 2 ini sendiri akan digelar di Suntec Convention Center, sementara The Finals akan diselenggarakan di Singapore Indoor Stadium.

Pengumuman dijadikannya Singapura sebagai tuan rumah dari The International 11 sendiri sudah dilakukan pada bulan Mei 2022 yang lalu.

Ini terungkap dari cuitan dari Valve melalui akun Twitter resmi Dota2 @DOTA2, seperti dikutip Senin (23/5/2022). "Singapura. Oktober 2022. The Aegis of Champions menunggu," tulis Valve.

Dalam teaser itu, Valve hanya menampilkan cuplikan-cuplikan gambar maupun suara dari The International sebelumnya, serta visual dari Singapura.

Mengutip The Verge, penyelenggaraan di Singapura ini menjadi yang pertama digelarnya kompetisi esports tingkat dunia ini di negara Asia Tenggara.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 5 halaman

Pemindahan Lokasi di Tahun 2020

Beberapa negara yang menjadi tuan rumah Valve sebelumnya adalah Amerika Serikat, Kanada, Tiongkok, Jerman, dan Rumania.

Selama pandemi Covid-19 di tahun 2020, The International menunda gelaran tersebut di Stockholm, Swedia. Namun, permasalahan dengan otoritas setempat membuat turnamen itu gagal.

Penyelenggara pun memindahkan The International ke Bucharest, Rumania. Namun, terjadinya lonjakan kasus Covid-19 membuat Valve harus menggelar kompetisi itu tanpa penonton.

Belum diketahui juga apakah Valve bakal menerapkan langkah pencegahan lonjakan Covid-19 pada kompetisi tahun ini. Mereka belum mengeluarkan pernyataan lebih lanjut.

4 dari 5 halaman

Tim Rusia Juara The International 10

Di gelaran The International tahun 2021 lalu, tim esports asal Rusia, Team Spirit, berhasil keluar sebagai juara.

Team Spirit berhasil menjadi juara setelah mengalahkan PSG.LGD asal Tiongkok dengan skor 3-2. Kemenangan tim esports yang berbasis di Moskow ini mengagetkan mengingat mereka merupakan tim kuda hitam.

Dikutip dari Venture Beat, Senin (18/10/2021), Team Spirit berhasil membawa pulang hadiah USD 18,2 juta (Rp 255 miliar) dari total prize pool USD 40 juta (Rp 570 miliar).

Adapun hadiah dalam kompetisi esports ini disediakan oleh Valve. Untuk diketahui, kompetisi The International pertama kali digelar pada 2011.

Keberhasilan Team Spirits membuatnya menjadi tim esports pertama dari Eropa Timur yang menyabet gelar juara, setelah terakhir kali tim Natus Vincere asal Ukraina memenangkan kompetisi ini pada 2011.

(Dio/Isk)

5 dari 5 halaman

Infografis Dampak Bermain Game Berlebihan (Liputan6.com/Abdillah)