Sukses

Pengumuman Seleksi Kampus Mengajar Angkatan 4 Diundur

Liputan6.com, Jakarta - Pengumuman seleksi dari Kampus Mengajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI (Kemendikbudristek) yang sedianya dijadwalkan hari ini, Selasa (5/7/2022) ternyata diundur.

Hal tersebut diumumkan oleh tim Kampus Mengajar di akun Instagram resmi Kampus Mengajar di @kampusmengajar melalui Stories-nya.

"Pengumuman kelulusan seleksi Program Kampus Mengajar Angkatan 4 diundur. Informasi lebih lanjut akan diumumkan melalui akun @kampusmengajar," tulis Tim Kampus Mengajar.

Sejauh pantauan Tekno Liputan6.com, hingga artikel ini ditulis, belum ada pengumuman lanjutan kapan hasil seleksi bakal diumumkan. Feed dari akun tersebut juga masih belum memberikan penjelasan lebih lanjut.

Mengutip https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id, program Kampus Mengajar membuka pendaftarannya pada 25 Mei hingga 12 Juni 2022, lalu melanjutkan tahap seleksinya pada tanggal 25 Mei sampai 30 Juni 2022.

Pengumuman hasil seleksi awalnya dijadwalkan pada 5 Juli 2022, dilanjutkan dengan pembekalan mahasiswa pada 13 sampai 27 Juli 2022, dan pelepasan mahasiswa peserta Kampus Mengajar Angkatan 4 pada 28 Juli 2022.

Penugasan lalu digelar pada 1 Agustus hingga 2 Desember 2022, di mana pada tanggal 2 Desember 2022 dilakukan penarikan mahasiswa peserta Kampus Mengajar Angkatan 4.

Tidak diketahui dan belum ada pengumuman juga, apakah penundaan pengumuman Kampus Mengajar ini juga bakal mempengaruhi seluruh jadwal dari Program Kampus Mengajar Angkatan 4 ke depannya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Program Kampus Mengajar Angkatan 4

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mulai hari Rabu (25/5) membuka pendaftaran untuk Program Kampus Mengajar Angkatan 4.

Program Kampus Mengajar Angkatan 4 membuka kesempatan partisipasi bagi mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi vokasi di samping mahasiswa dari perguruan tinggi akademik.

Program Kampus Mengajar adalah bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk memperkaya kompetensi mahasiswa dengan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas dengan memberikan asistensi kepada guru dan tenaga kependidikan di tingkat pendidikan dasar.

“Program ini mengajak mahasiswa untuk berkontribusi meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat pendidikan dasar selama satu semester,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto, Senin (23/5)

Hal itu disampaikan Wikan dalam Sosialisasi Kampus Mengajar Angkatan 4 untuk seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta di bawah naungan Kemendikbudristek melalui kanal Youtube Ditjen Diktiristek.

Sosialisasi diselenggarakan tanggal 23 – 25 Mei 2022 secara berturut-turut mulai dari wilayah Indonesia Timur, Tengah, dan Barat.

 

3 dari 4 halaman

Wadah Mengasah Keterampilan

Menurut Dirjen Wikan, Program Kampus Mengajar dapat menjadi wadah yang baik untuk mengasah keterampilan nonteknis (soft skills), kepemimpinan, serta karakter mahasiswa vokasi.

“Selama masa penugasan mahasiswa akan banyak menghadapi tantangan riil, akan banyak menghadapi ketidakpastian yang akan melatih jiwa kepemimpinan, kreativitas, inovasi, penyelesaian masalah, komunikasi, serta manajemen tim,” terangnya.

Dalam program ini, mahasiswa akan diterjunkan ke sekolah selama satu semester, dan kemudian akan dilakukan rekognisi atau pengakuan hasil belajar sebesar 20 satuan kredit semester (SKS).

Wikan Sakarinto berharap kepada pimpinan perguruan tinggi serta para dosen dapat memberikan dukungan untuk menyukseskan program Kampus Mengajar Angkatan 4.

Dengan demikian, perguruan tinggi dapat memberikan kemudahan dan kepastian bagi para mahasiswa untuk mendapatkan rekognisi hasil belajar sebesar 20 sks setelah mengikuti program Kampus Mengajar.

 

4 dari 4 halaman

Dampak Positif

Wikan menyampaikan bahwa dalam perjalanannya, program Kampus Mengajar dinilai telah berhasil memberikan berbagai dampak positif kepada peserta.

Selain kepada mahasiswa peserta program, manfaat dari program Kampus Mengajar juga dirasakan oleh pihak sekolah sasaran yang mendapat asistensi dalam hal peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa-siswi di sekolah.

“Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi bagi adik-adik di SD maupun SMP merupakan kebutuhan yang sangat fundamental. Kemendikbudristek melalui program Kampus Mengajar hadir untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut,” imbuh Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Beny Bandanadjaja.

Dalam acara sosialisasi ini, Kepala Program Kampus Mengajar, Asri Putri memaparkan gambaran terkait Program Kampus Mengajar, rekrutmen, proses seleksi, serta peran dan tugas mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, dan koordinator perguruan tinggi.

(Dio/Ysl)