Sukses

Perusahaan Game Engine Unity PHK Sekitar 200 Karyawan

Liputan6.com, Jakarta Perusahaan game engine Unity, dilaporkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap empat persen dari total pekerjanya. Sekitar 200 orang pun terdampak dan kehilangan posisi mereka.

Dilaporkan Kotaku, keputusan dari perusahaan yang berpusat di San Fransisco, Amerika Serikat ini berdampak di seluruh kantor Unity di beberapa bagian dunia lain.

Selain itu, departemen kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan engineering menjadi divisi yang paling terpukul.

Di Blind, messaging board anonim yang biasa digunakan oleh karyawan di industri teknologi, staf Unity mengatakan sekitar 300 atau 400 orang telah terkena PHK. Sumber Kotaku juga menyebutkan hal serupa.

Kepada PC Gamer, dikutip Rabu (6/7/2022), juru bicara Unity mengonfirmasi terdapat perombakan sumber daya di perusahaan.

Perusahaan mengatakan, hal ini adalah sebagai bagian dari proses perencanaan lanjutan di mana mereka secara teratur menilai tingkat sumber dayanya terhadap prioritas perusahaan.

"Kami memutuskan untuk menyelaraskan kembali beberapa sumber daya kami untuk lebih mendorong fokus dan mendukung jangka panjang kami," kata juru bicara Unity.

"Ini menghasilkan beberapa keputusan sulit yang memengaruhi sekitar 4 persen dari semua tenaga kerja Unity," kata perusahaan yang didirikan di Denmark tersebut. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Membekukan Perekrutan

Diketahui, karyawan yang diberhentikan secara mendadak dipanggil ke dalam sebuah video call, di mana beberapa di antaranya dihadirkan dari bagian Human Resource (HR). Para pekerja yang di-PHK ini akan ditawari gaji satu bulan lagi, serta jaminan kesehatan COBRA.

Kotaku juga melaporkan mereka telah diberi tahun bahwa mereka telah memenuhi syarat untuk melamar posisi lain yang tersedia. Masalahnya, perusahaan diduga memberlakukan pembekuan perekrutan secara menyeluruh.

Ironisnya, PHK ini berlangsung setelah CEO John Riccitello mengatakan kepada karyawan dua pekan sebelumnya, bahwa perusahaan tidak dalam masalah keuangan dan tidak akan membiarkan siapa pun keluar.

Tidak diketahui pasti berapa jumlah karyawan Unity yang terkena PHK ini, mengingat tidak adanya laporan soal jumlah total pekerja di perusahaan itu.

Namun, laporan triwulanan pada Maret 2022 mencatat, pengembang perangkat lunak ini memiliki 5.864 pekerja penuh waktu.

3 dari 4 halaman

Pengembang Pokemon GO Niantic PHK Karyawan

Sebelumnya, perusahaan pengembang Pokemon GO, Niantic, dilaporkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap delapan persen pekerjanya, yang berdampak pada sekitar 85 hingga 90 orang.

Dalam sebuah email kepada para staf yang dilaporkan oleh Bloomberg, CEO John Hanke mengatakan perusahaan perlu mengurangi biaya untuk mempersiapkan diri dengan baik untuk "badai ekonomi yang mungkin ada di depan."

 Mengutip TechCrunch, Sabtu (2/7/2022), Niantic juga membatalkan empat proyek mereka yaitu Heavy Metal, Hamlet, Blue Sky, serta Snowball.

Heavy Metal diketahui adalah sebuah gim Transformers yang sudah memasuki tahap pengujian beta, sementara Hamlet merupakan kolaborasi dengan perusahaan teater di balik "Sleep No More."

Transformers: Heavy Metal merupakan kerja sama dengan Hasbro dan awalnya direncanakan bakal menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) yang sama dengan yang digunakan dalam Pokemon GO.

Beberapa game yang baru diumumkan Niantic seperti NBA All-World dan Peridot tampaknya tidak terdampak keputusan ini.

 

4 dari 4 halaman

Pengurangan Tenaga Kerja di Niantic

Dikutip dari Variety, dalam sebuah pernyataan, juru bicara Niantic pun mengonfirmasi tentang adanya penghentian produksi beberapa proyek mereka, serta pengurangan tenaga kerja sebesar delapan persen.

"Kami baru-baru ini memutuskan untuk menghentikan produksi pada beberapa proyek dan mengurangi tenaga kerja kami sekitar 8 persen untuk fokus pada prioritas utama kami," kata Niantic.

"Kami berterima kasih atas kontribusi mereka yang meninggalkan Niantic dan kami mendukung mereka melalui transisi yang sulit ini," imbuh perusahaan. 

Lebih lanjut, Niantic menyebut mereka akan berfokus pada beberapa prioritas terpentingnya termasuk Pokemon GO dan serangkaian pengalaman baru, serta platform Lightship (perangkat untuk membangun pengalaman AR).

"Peningkatan fokus ini, serta bisnis inti kami yang kuat, menempatkan kami pada posisi untuk mengatasi ketidakpastian ekonomi yang lebih luas yang dihadapi banyak perusahaan dan terus berinvestasi di masa depan AR," kata Niantic.

(Dio/Ysl)