Sukses

Berapa Harga Battle Pass Valorant dan Kapan Episode 04: Disruption Act 1 Dirilis?

Liputan6.com, Jakarta - Riot Games berencana untuk meluncurkan pembaruan konten untuk gim bergener first person shooter (FPS) populer miliknya, yaitu Valorant.

Berjudul Episode 04: Disruption Act 1, konten teranyar ini akan memperkenalkan agent/agen (karakter) baru bernama Neon.

Tampil sebagai agen kelahiran Filipina, Neon tampil sebagai karakter yang mampu bergerak dengan cepat dan dilengkapi dengan berbagai kit.

Tak hanya itu, dirinya juga dilengkapi dengan kemampuan untuk berlari atau sliding, skill ultimate mematikan, dan dapat memberikan efek stun kepada lawan dengan granat.

Rencananya, Episode 04: Disruption Act 1 ini akan mulai digulirkan ke seluruh player setia Valorant pada 11 Januari 2022.

Selain karakter baru, pengembang juga akan memperkenalkan Battle Pass untuk menyambut kehadiran Neon dan berbagai konten baru ini.

Lalu berapa harga battle pass Valorant? Bagi kamu yang ingin mendapatkan sejumlah skin senjata menarik maka bisa beli battle pass seharga 1000 VP (Valorant Points).

Untuk mendapatkan 1000 VP, maka kamu harus membeli Valorant Points sebanyak 1350 VP atau seharga Rp 150.000.

2 dari 3 halaman

Player Pro Valorant Dituding Terlibat Aksi Pencucian Uang di Twitch

Riot Games resmi luncurkan Valorant. (Doc: Riot Games)

Di sisi lain, kebocoran data yang dialami Twitch pada Oktober 2021 ternyata tak hanya mengungkap source code situs web, tetapi juga siapa kreator yang berpenghasilan tertinggi di platform tersebut.

Tak hanya itu, terungkap pula berapa jumlah pendapatan dari beberapa streamer Valorant berbasis di Turki dengan jumlah follower sedikit dapat menghasilkan uang dalam jumlah besar.

Karena mencurigakan, masalah ini langsung diselidiki lebih dalam dengan temuan yang mengejutkan dimana sejumlah streamer Valorant asal Turki tersebut diduga terlibat dalam aksi pencucian uang.

 

 

3 dari 3 halaman

Berkedok Donasi

Valorant Episode 3 Act 1 dan Agen Kay/O. (Doc: Riot Games)

Dikutip dari Gamerant, Rabu (3/11/2021), aksi penipuan itu mengharuskan pembuat konten melakukan kesepakatan bisnis dimana pihak tersebut mengirim bayaran berupa "donasi" di Twitch.

Setelah itu, mereka harus mengirimkan kembali antara 50-70 persen dari hasil donasi tersebut ke pihak pengirim.

Dengan cara ini, secara efektif membuat uang yang kembali ke scammer tampak seolah-olah itu berasal dari sumber yang sah. Padahal, uang tersebut diperoleh melalui kartu kredit dan akun Twitch curian.

Berdasarkan informasi ini, Riot Games, pengembang dan penerbit Valorant, langsung bertindak dengan memblokir akun streamer Valorant yang diduga terlibat dalam penipuan.

(Ysl/Tin)