Sukses

Sega dan Microsoft Kerja Sama Dukung Proyek Super Game

Liputan6.com, Jakarta - Sega baru saja mengumumkan rencana kerja sama strategis dengan Microsoft. Melalui kerja sama ini, perusahaan disebut ingin membangun sebuah game berskala besar dan global menggunakan platform cloud Microsoft Azure.

Dikutip dari laman CNET, Selasa (2/11/2021), Sega mengatakan game tersebut akan menjadi bagian dari inisiatif Super Game yang dikembangkan perusahaan. Super Game sendiri disebut sebagai game online berbasis komunitas dan dibuat dari franchise yang sudah ada.

Untuk diketahui, proyek Super Game pertama kali diungkap Sega saat pertemuan dengan para investor Mei tahun ini. Ketika itu, program ini disebut sebagai strategi prioritas perusahaan untuk lima tahun ke depan.

Hanya hingga sekarang, Sega belum mengungkap secara gamblang mengenai proyek tersebut. President Sega, Yukio Suino hanya menuturkan, kemitraan strategis ini dilakukan untuk mengembangkan inisiatif Super Game sekaligus membangun lingkungan game generasi selanjutnya.

"Bersama-sama kami membangun kembali bagaimana game dibuat, dipasarkan, dan dioperasikan, dengan tujuan menambah nilai lebih bagi pemain dan Sega," tutur Corporate Vice President, Gaming Partnership & Business Development Microsoft, Sarah Bond.

Kerja sama yang dilakukan Sega dan Microsoft ini juga bukan yang pertama dilakukan di industri game. Pada 2019, Sony dan Microsoft yang dikenal sebagai kompetitor juga sempat mengumumkan kerja sama serupa.

Ketika itu, dua perusahaan mengatakan akan menjelajah sejumlah rencana kolaborasi untuk menghasilkan pengalaman gaming dan streaming konten berbasis cloud. Sama seperti Sega, layanan tersebut akan menggunakan Microsoft Azure.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Sega Jual Bisnis Gim Arcade Gara-Gara Covid-19

Sebelumnya, Sega Sammy, perusahaan di belakang Sega Entertainment mengambil keputusan mengejutkan.

Sega Sammy mengumumkan untuk menjual bisnis arcade-nya ke perusahaan Jepang bernama Genda.

Sebagaimana dikutip dari IGN, Jumat (6/11/2020), Sega Sammy mengumumkan pihaknya sepakat menjual 85,1 persen saham di Sega Entertainment. Sekadar informasi, Sega Entertainment merupakan unit bisnis di balik bisnis mesin arcade dan permainan hiburan di Jepang.

Meski bisnis arcade dan permainan hiburannya dijual, divisi video gim tidak terdampak sama sekali dari aksi korporasi ini.

3 dari 3 halaman

Rugi Gara-Gara Covid-19

Sega Sammy pun mengungkap alasan dibalik keputusan ini. Menurut mereka, bisnis arcade telah sangat terpengaruh oleh pandemi Covid-19.

"Akibatnya, penggunaan fasilitas arcade-nya pun menurun drastis. Hal tersebut mengakibatkan kerugian signifikan," kata Sega Sammy.

Karena kerugian signifikan ini, Sega Sammy sepakat mengalihkan sebagian saham bisnis arcade-nya ke Genda.

Sementara itu, laporan Ubergizmo menulis, Sega Sammy memperkirakan akan mencatat kerugian sekitar USD 191 juta pada akhir tahun fiskal 2020.

Dengan kerugian yang begitu dalam, meskipun kini Jepang mulai masa pemulihan, situasi masih dinilai belum pasti bagi bisnis gim arcade ataupun fasilitas hiburan.

(Dam/Ysl)