Sukses

YouTube Setop Tradisi Video Trend Tahunan YouTube Rewind

Liputan6.com, Jakarta - YouTube secara resmi mengumumkan bahwa mereka tidak lagi membuat YouTube Rewind atau sebuah video tahunan yang mengumpulkan berbagai tren, pembuat konten, meme, hingga video paling populer dalam satu tahun.

Dalam wawancaranya kepada TubeFilter, YouTube mengatakan akan "memfokuskan kembali energi kami untuk merayakan Anda dan tren yang menjadikan YouTube dengan jenis pengalaman yang berbeda dan diperbarui."

Namun, dilansir The Verge pada Jumat (8/10/2021), perusahaan Google itu tidak mengungkapkan lebih lanjut apa yang akan mereka buat untuk menggantikan YouTube Rewind.

YouTube mengklaim mereka tidak menghentikan tradisi itu karena kritik yang dilontarkan oleh berbagai pihak pada beberapa karya terakhirnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Serahkan ke Tiap Kreator

Mereka mengatakan bahwa sekarang platformnya sudah menjadi begitu besar sehingga dirasa tidak mungkin merangkum keberagamannya dalam kompilasi video berdurasi beberapa menit saja.

Pihak perusahaan pun menyatakan, mereka menyerahkan tongkat estafet kepada para pembuat konten, yang juga semakin banyak memproduksi YouTube Rewind versinya masing-masing dalam beberapa tahun terakhir.

"Akan terus menginspirasi ketika melihat segudang cara produsen konten paling kreatif di dunia - kreator YouTube kami - merangkum akhir tahun dalam rekap videonya, saat YouTube menghentikan video Rewind-nya sendiri."

YouTube mengatakan bahwa mereka tidak akan mendanai upaya tersebut, meskipun masih akan mempromosikannya di salurannya.

3 dari 4 halaman

Tidak Disukai Beberapa Tahun Terakhir

YouTube Rewind terakhir dirilis pada tahun 2019. Namun saat ini, konsepnya hanya berupa klip dari daftar pembuat konten, video, dan tren yang paling banyak ditonton.

Jelas saja, konsep tersebut mengundang banyak tidak suka dari para penontonnya.

Di 2018, YouTube Rewind yang masih mengusung konsep aslinya berupa mash-up yang diisi oleh para content creator, mendapatkan banyak dislike dan menjadi salah satu video yang paling tidak disukai kala itu.

Saat itu, banyak yang berpendapat bahwa perusahaan sudah beralih dari "komunitas yang nyata" ke pilihan yang lebih ramah pengiklan.

Sementara di 2020, YouTube tidak mengeluarkan Rewind resmi karena merasa bahwa 2020 adalah tahun yang sulit dan berbeda. Ini mengacu pada pandemi Covid-19 serta rasisme yang dipicu oleh pembunuhan George Floyd.

4 dari 4 halaman

Infografis 5 Parameter Aman Cek Sertifikat Vaksin Covid-19 di PeduliLindungi