Sukses

Pendiri Apple Steve Wozniak Bentuk Perusahaan Antariksa Privateer Space

Liputan6.com, Jakarta - Steve Wozniak, salah satu pendiri Apple ini baru saja mengumumkan perusahaan antariksa bentukannya yang diberi nama Privateer Space.

Menariknya, Steve Wozniak membangun perusahaan antariksanya ini bersama dengan mantan karyawan Apple lainnya, yakni Alex Fielding (pendiri Ripcord Inc.).

Mengutip dari Tech Radar, Kamis (16/9/2021), Privateer Space dibentuk dengan tujuan untuk "menjaga ruang tetap aman dan dapat diakses oleh semua umat manusia."

Lewat akun Twitter-nya, dia mencuitkan, "sebuah perusahaan ruang angkasa swasta sedang dimulai."

Sayang, masih sedikit informasi yang didapat dari situs web perusahaan. Mereka menuliskan, "kami saat ini sedang dalam mode stealth."

Rencananya, Privateer Space akan mengungkap lebih lanjut misi dan tujuan perusahaan dalam konferensi AMOS Tech 2021 pada bulan September, yang berlangsung dari 14-17 September 2021, di Maui, Hawaii.

Bersama Steve Jobs, Wozniak ikut mendirikan Apple pada April 1976. Dia sendiri bukan "orang baru" dalam hal meluncurkan jenis usaha baru.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Bangun Perusahaan dengan Mantan Karyawan Apple

Ilustrasi sampah antariksa di orbit Bumi (NASA)

Lebih lanjut, Alex Fielding sendiri adalah teman lama Steve Wozniak. Sebelum kerja di Ripcord. dirinya juga pernah menjadi engineer di Apple.

Walau banyak yang mengira langkah Wozniak membangun perusahaan antariksa ini sebagai ajang "ikutan" Elon Musk, Richard Branson, dan Jeff Bezos, ternyata malah sebaliknya.

Disebutkan, perusahaan rintisan Wozniak dan Fielding ini lebih mengarah untuk membersihkan semua sampah antariksa yang mengganggu dan mengorbit Bumi.

3 dari 3 halaman

Bersihkan Sampah di Orbit Bumi

Ilustrasi sampah antariksa yang ada di sekitar orbit bumi (sumber: mirror.com)

Bila benar, maka Privateer Space ini malah membantu perusahaan antariksa milik ketiga miliarder tersebut dalam mengatasi banyaknya puing satelit mati dan roket yang ada di orbit.

NASA sendiri sempat mengatakan, orbit Bumi rendah sebagai “tempat pembuangan sampah terbesar di dunia", dengan hampir 6.000 ton sampah.

NASA telah memperingatkan, sampah antariksa berpotensi mengancam pengunjung ruang angkasa dengan sampah yang meluncur hingga tujuh kali lebih cepat daripada peluru dan melaporkan bahkan noda cat telah menghancurkan jendela pesawat ulang-alik.

(Ysl/Tin)