Sukses

Perusahaan Induk Kredivo Siap Go Public Lewat Skema SPAC

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan induk Kredivo, FinAccel, bersama VPC Impact Acquisition Holdings II (VPCB) sebagai Special Purpose Acquistion Company (SPAC) dengan didukung Victory Park Capital (VPC) baru mengumumkan telah memasuki tahap perjanjian definitif untuk penggabungan bisnis mereka.

Penggabungan ini nantinya akan membawa FinAccel menjadi perusahaan publik dengan valuasi mencapai USD 2,5 miliar, dengan asumsi tidak ada penebusan. Transaksi ini diharapkan dapat menghasilkan lebih dari USD 430 juta dalam bentuk tunai pada neraca keuangan perusahaan gabungan.

Usulan penggabungan perusahaan telah disetujui secara penuh masing-masing dewan direksi Kredivo dan VPCB, sekaligus tunduk pada persetujuan dari pemegang saham VPCB, persetujuan regulator, dan sejumlah ketentuan penutup lainnya. Rencananya, penggabungan perusahaan ini akan selesai paling lambat di kuartal pertama 2022.

"Sebagai platform Buy Now Pay Later terdepan di Indonesia, Kredivo telah membangun kredibilitas kuat di industri pembiayaan berbasis point-of-sales yang tumbuh dengan cepat di Indonesia," tutur Co-Founder dan CEO FinAccel, Akshay Garg dalam keterangan resmi, Selasa (3/8/2021).

"Hal ini menjadi kesempatan besar bagi Kredivo memenuhi berbagai kebutuhan kredit seperti pinjaman tunai, serta merealisasikan visi kami mendorong akses kredit yang cepat, terjangkau dan mudah diakses kepada puluhan juta konsumen di Asia Tenggara," katanya.

Sebagai informasi, Kredivo merupakan platform Buy Now, Pay Later di Indonesia dan memiliki rencana ekspansi ke pasar regional, seperti Vietnam dan Thailand dalam waktu dekat. Merchant mitra yang bekerja sama dengan Kredivo disebut mampu meningkatkan rata-rata jumlah pembelian hingga dua kali lipat dan peningkatan frekuensi transaksi hingga tiga kali lipat.

Adapun VPC merupakan firma investasi global memiliki rekam jejak panjang dalam pengelolaan transaksi pembiayaan modal maupun pembiayaan ekuitas. Kerja sama dengan Kredivo juga telah lama terjalin, dengan penyediaan fasilitas kredit sebesar USD 100 juta pada Juli 2020 dan menambahkannya menjadi USD 200 juta pada Juni 2021.

"Sejak investasi pertama kami pada 2020, kami terus dibuat kagum oleh pertumbuhan cepat dan juga metrik kredit maupun unit economics Kredivo. Kredivo telah menghadirkan platform yang mengagumkan dan mampu berekspansi ke pasar-pasar baru," tutur Co-CEO VPCB dan Partner dari VPC, Gordon Watson.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Kredivo Dapat Tambahan Dana Rp 1,4 Triliun dari Victory Park Capital

Untuk diketahui, Kredivo baru saja mendapatkan suntikan dana tambahan sebesar USD 100 juta (setara Rp 1,4 triliun) dari Victory Park Capital (VPC).

Sebelumnya pada Juli 2020, Kredivo dan telah mendapatkan pendanaan lini kredit dari Victory Park Capital dengan nilai USD 100 juta.

Dengan pendanaan terbaru ini, nilai keseluruhan lini kredit dari VPC naik menjadi USD 200 juta (setara Rp 2,8 triliun).

Dana kredit ini rencananya akan disalurkan oleh Kredivo kepada para penggunanya di Indonesia.

Bagi Kredivo, pendanaan lini kredit dari VPC merupakan yang terbeser hingga saat ini. Sementara bagi VPC, dana kepada Kredivo menjadi lini kredit terbesar yang pernah disalurkan ke perusahaan fintech di luar Amerika Serikat dan Eropa.

Kerja sama ini juga bersejarah bagi ekosistem kredit digital di Indonesia dan Asia Tenggara.

Pasalnya, di tengah dominasi model bisnis peer-to-peer lending di industri kredit tanpa jaminan (unsecured lending), transaksi antara VPC dan Kredivo jadi salah satu transaksi terbesar untuk kredit tanpa jaminan di Indonesia.

3 dari 3 halaman

Bakal Akselerasi Skala Bisnis Kredivo

CEO Kredivo Indonesia Umang Rustagi mengatakan, dana yang tersedia melalui kerja sama ini akan mengakselerasi skala bisnis Kredivo pada 2021 dan tahun-tahun selanjutnya.

"Dana ini juga akan membantu mencapai target kami untuk melayani 10 juta pelanggan di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan," katanya dalam keterangan resmi yang diterima Tekno Liputan6.com.

Partner di VPC, Gordon Watson, menyebut pihaknya terkesan dengan resiliensi dan pertumbuhan bisnis Kredivo.

"Kami tentunya sangat senang dapat terus mempererat kerja sama dengan Kredivo. Perusahaan ini merepresentasikan kombinasi unik antara pertumbuhan, skala bisnis, manajemen risiko, dan iklusi keuangan di salah satu pasar berkembang paling atraktif di dunia," kata Watson.

(Dam/Ysl)