Sukses

Siri Ungkap Event Terbaru Apple, Bakal Luncurkan Apa?

Liputan6.com, Jakarta - Siri ternyata mengetahui kapan Apple akan menggelar event terbarunya dalam waktu dekat. Informasi ini pertama kali diketahui dari laporan MacRumors beberapa waktu lalu.

Ketika pengguna menanyakan ke Siri, "Kapan event Apple berikutnya?", asisten virtual itu ternyata bisa menjawabnya. Dikutip dari The Verge, Rabu (14/4/2021), Siri bakal menjawab event tersebut akan digelar pada 20 April 2021.

"Event spesial akan digelar pada Selasa, 20 April, di Apple Park di Cupertino, CA. Kami bisa bisa mendapatkan seluruh detailnya di Apple.com," kata Siri menjawab pertanyaan tersebut.

Namun saat diklik ke laman yang diarahkan Siri, informasi soal event terbaru ini belum tersedia. Apple sendiri biasanya mengungkap sebuah event seminggu sebelum digelar, sehingga ada kemungkinan informasi mengenai acara ini baru akan diketahui sebentar lagi.

Mengingat informasi ini belum jelas, bocoran produk yang akan diperkenalkan dalam acara tersebut juga belum diketahui. Kendati demikian, sejumlah bocoran mengenai perangkat baru Apple sudah bersliweran di internet.

Salah satu laporan menyebut Apple akan memperkenalkan iPad Pro model terbaru di April 2021. Kabarnya, tablet baru ini akan menjadi perangkat pertama Apple yang hadir dengan layar mini LED.

Selain itu, ada laporan yang menyebut produk yang diluncurkan AirTags. Produk ini sendiri sempat dikabarkan akan rilis beberapa bulan lalu, tapi nyatanya belum terbukti.

2 dari 3 halaman

Apple Sebut iMessage di Android Akan Merugikan Perusahaan

Di sisi lain, Apple mengetahui, dan secara sengaja tidak mengembangkan iMessage versi Android karena hanya dirasa akan merugikan perusahaan ketimbang menguntungkan.

Diketahui, iMessage adalah salah satu yang membuat penggunanya tetap berada di ekosistem perangkat Apple.

Kabar ini terungkap dalam disposisi dan email dari karyawan Apple, termasuk beberapa eksekutif tingkat tinggi di manajemen perusahaan dalam surat yang diajukan oleh Epic Games dalam pengadilan.

Mengutip laporan email tersebut via The Verge, Minggu (12/4/2021), Epic berpendapat Apple secara sadar mencoba mengunci pelanggan di dalam ekosistem perangkatnya, dan iMessage adalah salah satu layanan utama yang melakukannya.

Kabar ini diperkuat oleh pernyataan wakil presiden senior Apple untuk Software dan Internet Service, Eddy Cue; wakil presiden Senior Software Engineer, Craig Federighi; dan Apple Fellow, Phil Schiller.

“[Alasan] utama dan tersulit untuk meninggalkan semesta aplikasi Apple adalah iMessage. iMessage sama dengan penguncian yang serius,” tulisnya.

3 dari 3 halaman

Alasan iMessage Tidak Hadir di Android

Kemudian, disampaikan alasan mengapa tidak pernah terjadi pengembangan iMessage di Android.  “Memindahkan iMessage ke Android akan lebih merugikan kami ketimbang membantu kami, email ini menjelaskan alasannya,” tulis Phill.

“iMessage di Android hanya berfungsi untuk menghilangkan [sebuah] hambatan bagi pengguna iPhone yang memberikan ponsel Android kepada anak-anak mereka,” adalah perhatian Federighi menurut laporan Epic.

Padahal, solusi untuk menggunakan iMessage di Android telah muncul selama bertahun-tahun.

Menurut informasi bukti Epic, mengutip Eddy Cue, Apple memutuskan tidak mengembangkan iMessage untuk Android pada awal 2013, setelah peluncuran layanan perpesanan dengan iOS 5 pada tahun 2011.

Cue mengakui, Apple “bisa saja membuat versi di Android yang bekerja dengan iOS, sehingga pengguna dari kedua platform dapat bertukar pesan dengan mulus satu sama lain”. Terbukti, versi seperti itu tidak pernah dikembangkan.

Bersama dengan iMessage, Epic mengutip serangkaian layanan Apple lainnya yang menurutnya berkontribusi pada pembatasan pengguna, ternasuk layanan FaceTime, yang diumumkan Steve Jobs akan menjadi standar industri terbuka di WWDC 2010.

FaceTime kemudian dirilis di iPhone, iPad, dan Mac, tetapi tidak tersedia secara resmi untuk perangkat non-Apple.

(Dam/Ysl)