Sukses

Cegah Hoaks, Instagram Gulirkan Notifikasi untuk Tiap Informasi Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Instagram mengumumkan dua fitur baru untuk membantu memerangi misinformasi dan hoaks tentang Covid-19.

Pertama, pengguna di wilayah dengan peningkatan kasus Covid-19 akan melihat tautan atau link ke otoritas kesehatan setempat pada bagian feed mereka.

Kedua, siapa pun yang mencari informasi mengenai vaksin Covid-19 juga akan diarahkan ke sumber kesehatan yang kredibel.

Mengutip The Verge, Jumat (18/12/2020), langkah-langkah ini memperkuat upaya Instagram sebelumnya yang memblokir tagar berisi misinformasi, disinformasi, dan hoaks mengenai vaksin.

Fitur-fitur tersebut hadir ketika banyak platform digital mengambil langkah untuk mencegah penyebaran misinformasi dan hoaks mengenai virus corona baru seiring dengan perjuangan tenaga kesehatan di berbagai negara menangani Covid-19.

2 dari 3 halaman

Langkah Facebook

Selain itu, hal ini juga seiring dengan beberapa negara di dunia yang mulai menyetujui vaksin Covid-19.

Sebelumnya, Facebook sebagai induk Instagram juga menggulirkan fitur pemberantasan misinformasi dan hoaks.

Di mana, Facebook mengirimkan notifikasi ke pengguna jika mereka berinteraksi dengan unggahan berisi informasi mengenai Covid-19.

Tak hanya itu, YouTube juga menambahkan keterangan di bawah video mengenai pandemi. YouTube menautkan ke sumber terpercaya seperti CDC dan WHO. Organisasi ini juga ditautkan di Instagram sebagai pemberi informasi resmi.

Selain itu, belum lama ini Twitter juga mengumumkan akan menghapus misinformasi dan hoaks terkait dengan Covid-19 dari platformnya.

3 dari 3 halaman

Lanjutan dari Langkah Facebook Basmi Hoaks di FB dan Instagram

Sebelumnya, Facebook menyebut, pihaknya akan mulai menghapus klaim palsu, disinformasi, dan misinformasi mengenai vaksin Covid-19.

Informasi ini diumumkan oleh pihak Facebook seiring dengan pemerintah Inggris yang mulai menggulirkan vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech.

Ini merupakan langkah terkuat Facebook untuk mencegah platform-nya dipakai untuk mempromosikan anti vaksinasi.

Dengan aturan baru Facebook ini, konten yang menampilkan klaim palsu atau disinformasi mengenai vaksin Covid-19 akan langsung dihapus dari Facebook dan Instagram.

Penghapusan dilakukan langsung ketika kebenaran informasi sudah disampaikan oleh para ahli kesehatan.

Perusahaan menyebut, upaya ini merupakan perluasan dari kebijakan yang sudah berlaku saat ini, yakni menghapus klaim palsu mengenai Covid-19. Total sudah ada 12 juta konten yang dihapus sejak Maret 2020.

"Mengingat informasi baru-baru ini menyebut, vaksin Covid-19 akan segera diluncurkan di dunia, dalam beberapa minggu mendatang kami juga akan mulai menghapus klaim palsu tentang vaksin di Facebook dan Instagram, setelah klaim tersebut dibantah oleh pakar kesehatan masyarakat," kata juru bicara Facebook, dikutip The Guardian, Sabtu (5/12/2020).

(Tin/Isk)

BERANI BERUBAH: Reinkarnasi Ala Event Organizer