Sukses

XL Axiata Beri Akses Internet untuk Belajar Online ke Anak Nelayan

Liputan6.com, Jakarta - XL Axiata memberikan bantuan akses internet agar bisa tetap mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19.

Bantuan dari XL Axiata ini diberikan untuk anak-anak di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Di sana, ada lebih dari 300 anak usia sekolah mulai dari SD hingga SMA/K.

Mengutip keterangan resmi XL Axiata, Senin (10/8/2020), bantuan diberikan dalam bentuk perangkat router yang dapat digunakan untuk mengakses internet bersama, hingga 32 perangkat sekaligus. XL Axiata juga memberikan paket data sebesar 20GB per bulannya selama 1 tahun.

Head of Sales XL Axiata Banten Area, Tom Dedi ikut memantau langsung pemasangan fasilitas.

“Kami tergerak untuk membantu para pelajar di Desa Lontar ini agar mudah mendapatkan akses internet agar bisa mengikuti PJJ. Apalagi, kami juga telah membantu orangtua mereka melalui program aplikasi Laut Nusantara," kata Tom Dedi.

Lebih lanjut, XL Axiata berharap, lewat dukungan dalam bentuk router ini, pihaknya bisa meringankan beban untuk membeli kuota data.

"Semoga fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk PJJ oleh para anak-anak nelayan di Desa Lontar,” ujar Tom Dedi.

Sekadar informasi, router ditempatkan di sebuah bangunan yang bisa dipakai untuk pertemuan warga, yang terletak di sekitar tempat pelelangan ikan Desa Lontar.

Anak-anak biasa mengakses internet secara beramai-ramai duduk di lantai bertikar di tempat itu semenjak ada PJJ karena kualitas sinyal yang cukup baik. Karena itu, XL Axiata juga berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Serang yang mengelola tempat tersebut.

Seperti diketahui, pembelajaran jarak jauh di berbagai daerah terkendala beberapa hal. Antara lain adalah kualitas sinyal untuk akses internet, kemampuan orang tua untuk membeli paket data, serta kepemilikan smartphone.

2 dari 3 halaman

Sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara

Dalam kesempatan yang sama, XL Axiata juga menjalankan inisiatif peningkatan kapasitas nelayan tradisional melalui pemanfaatan aplikasi Laut Nusantara. Apalagi, kini pandemi Covid-19 berdampak luas pada kondisi ekonomi semua lapisan masyarakat.

Aplikasi ini memberikan informasi lokasi akurat posisi ikan di laut. Tim XL Axiata mengenalkan penggunaan aplikasi digital Laut Nusantara untuk nelayan di lokasi yang sama, yakni Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang.

Region Group Head XL Axiata Jabodetabek & Kalimantan Francky Rinaldo Pakpahan mengatakan, pandemi Covid-19 dan dampak ekonomi yang dirasakan banyak pihak menjadi momentum tepat bagi XL Axiata untuk memperkenalkan aplikasi Laut Nusantara agar nelayan bisa tetap produktif.

Apalagi, KKP juga menginisiasi program pengembangan dan diversifikasi yang bertujuan untuk membantu masyarakat nelayan.

"Aplikasi Laut Nusantara ini akan menjadi sarana yang bisa membantu meringankan beban kerja mereka dalam menangkap ikan,” kata Francky.

Sedikitnya ada 100 orang nelayan yang mengikuti sosialisasi pemanfaatan aplikasi Laut Nusantara. Mereka mendapatkan paparan mengenai manfaat dari teknologi digital untuk membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan di laut, sekaligus memastikan keamanan mereka dalam bekerja.

Salah satu fitur yang mereka butuhkan adalah petunjuk lokasi tempat ikan berada, yang selama ini tidak bisa mereka perkirakan. Teknologi Laut Nusantara didukung data satelit mampu memberikan data mengenai petunjuk lokasi tempat ikan berada.

3 dari 3 halaman

Aplikasi Beri Data Akurat yang Dibutuhkan Nelayan

Aplikasi Laut Nusantara memberikan data-data yang akurat mengenai berbagai kebutuhan nelayan selama melaut, termasuk lokasi keberadaan ikan, data cuaca terkait kecepatan angin dan kondisi gelombang, perhitungan BBM, hingga fitur untuk panggilan darurat.

Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan fitur perbincangan yang bisa nelayan manfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai harga ikan tangkapan di pasar.

Melalui program pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan yang diinisiasi oleh KKP, masyarakat nelayan di Desa Lontar juga diberikan pelatihan kewirausahaan untuk mampu meningkatkan perekonomian mereka.

KKP juga memfasilitasi nelayan di Desa Lontar dalam mengakses permodalan untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka melalui Gerai Pendanaan Nelayan.

Melalui gerai ini, diharapkan nelayan dapat memiliki wawasan yang luas mengenai akses permodalan melalui Lembaga Keuangan bagi mereka sehingga dapat meningkatkan kapasitas usaha mereka.

Tak hanya terbatas pada nelayan, Program Pemberdayaan Nelayan di Kabupaten Serang juga menyasar kepada keluarganya (istri/putri nelayan) melalui pengembangan dan diversifikasi usaha.

Para istri nelayan diberikan pelatihan pengolahan ikan dan rumput laut hingga ke tahap pemasaran sesuai dengan potensi yang ada disana guna meningkatkan nilai tambah hasil perikanan bagi nelayan dan keluarganya.

Dengan pelatihan ini, diharapkan dapat menumbuhkan Mata Pencaharian Alternatif (MPA) bagi keluarga nelayan sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga nelayan serta mengurangi ketergantungan terhadap hasil laut suaminya ketika musim paceklik.

(Tin/Isk)