Sukses

BTS USO Telkomsel di Daerah 3T Dukung Jaringan 4G untuk Adaptasi Kebiasaan Baru

Liputan6.com, Jakarta - Telkomsel memastikan seluruh BTS USO (universal service obligation) yang berjumlah 1.083 unit akan mengimplementasikan teknologi 4G LTE.

Telkomsel menyebut, seluruh BTS USO mereka akan terkoneksi jaringan 4G LTE pada kuartal tiga 2020. Langkah strategis ini ditegaskan Telkomsel pada saat kunjungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) ketika meninjau pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

BTS USO dibangun untuk mendukung telekomunikasi dan akses digital di wilayah 3T yang sebelumnya tidak terjangkau penyelenggara layanan telekomunikasi. Peninjauan dilakukan di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Direktur Network Telkomsel Hendri Mulya Syam menjelaskan, komitmen perusahaan dalam mengaplikasikan teknologi 4G di BTS USO merupakan tindak lanjut konsistensi Telkomsel untuk menghadirkan pemerataan akses jaringan broadband guna mendukung berbagai aktivitas digital masyarakat di seluruh pelosok negeri, tanpa terkecuali di wilayah 3T.

“Telkomsel bertekad untuk selalu hadir dalam setiap fase kehidupan masyarakat, dengan menggelar akses jaringan broadband yang merata dan setara mulai dari perkotaan hingga wilayah pelosok Tanah Air," kata Hendri dalam keterangan yang diterima Liputan6.com.

Lebih lanjut, hal ini dilakukan untuk mendukung percepatan adopsi layanan berbasis digital, dalam beradaptasi terhadap kebiasaan baru di tengah masa pandemi Covid-19.

Sekadar informasi, saat ini Telkomsel telah menggelar 1.083 unit BTS USO, yang mana sebanyak 993 unit di antaranya telah berteknologi 4G LTE.

BTS yang sudah berteknologi 4G ini tersebar secara merata untuk melayani kebutuhan akses jaringan pita lebar dari populasi masyarakat di wilayah 3T dari Sabang hingga Merauke.

2 dari 3 halaman

993 BTS USO Berjaringan 4G

Sementara sisanya, sebanyak 93 unit BTS USO yang masih berteknologi 2G akan terus dikembangkan. Telkomsel memastikan seluruhnya segera terkoneksi jaringan broadband 4G LTE pada periode kuartal tiga tahun ini.

Khusus di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Telkomsel telah mengoperasikan 3 unit BTS Merah Putih dan 29 unit BTS USO yang semuanya telah terkoneksi jaringan broadband 4G LTE.

Secara total, di Propinsi Maluku Utara Telkomsel menggelar 75 unit BTS USO berteknologi 4G LTE.

Pengembangan keseluruhan infrastruktur BTS USO berteknologi broadband ini melengkapi lebih dari 20.000 BTS Telkomsel lainnya yang difokuskan untuk melayani kebutuhan akses telekomunikasi masyarakat di wilayah 3T hingga perbatasan negara.

Hendri menambahkan, dengan ketersediaan jaringan pita lebar berteknologi terdepan di wilayah 3T, termasuk wilayah perbatasan negara serta pulau terluar seperti Kabupaten Pulau Morotai, Telkomsel berharap akan memperkuat kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara kepulauan.

Inisiatif tersebut merupakan bentuk dukungan Telkomsel dalam memelihara keutuhan NKRI. Pmerataan akses telekomunikasi broadband akan memperkokoh ketahanan nasional melalui penguatan kedaulatan digital.

Tersedianya BTS USO berjaringanan 4G ini juga merupakan perwujudan program Indonesia Merdeka Sinyal. Selain mendorong perekonomian masyarakat, jaringan broadband diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan pengalaman masyarakat di wilayah 3T dalam menikmati akses internet berkualitas setara seperti kota besar.

3 dari 3 halaman

Telkomsel Punya 220 Ribu BTS

Hingga kuartal pertama 2020, Telkomsel telah menggelar lebih dari 219.000 unit BTS di seluruh Indonesia. Jumlah ini meningkat sebelas persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Telkomsel juga telah mengoperasikan lebih dari 169.000 unit BTS broadband berbasis 3G dan 4G. Angka ini tumbuh sekitar 14 persen dibanding periode yang sama.

"Telkomsel menargetkan penambahan lebih dari 25.000 BTS 4G LTE baru hingga akhir tahun, yang sebagian besar cakupannya diprioritaskan menjangkau wilayah residensial dan padat populasi," kata Hendri.

Hal tersebut untuk mendukung kebiasaan baru masyarakat dalam memanfaatkan adopsi layanan digital untuk mendukung bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah.

Sekadar informasi, BTS Universal Service Obligation (USO) yang selama ini dikembangkan melalui kolaborasi bersama Badan Aksesibilitas dan Informasi (BAKTI) Kominfo untuk mendukung infrastruktur digital di wilayah 3T.

(Tin/Why)