Sukses

Zenius Umumkan Layanan dan Logo Baru Sambut Tahun Ajaran 2020/2021

Liputan6.com, Jakarta - Zenius baru saja mengumumkan logo dan fitur baru bersamaan dengan Tahun Ajaran Baru. Rebranding ini sekaligus menandai 16 tahun berdirinya Zenius sebagai salah satu platform teledukasi.

"Kami merasa awal tahun ajaran baru 2020-2021 merupakan saat yang tepat untuk Zenius menyongsong masa depan pendidikan Indonesia, dan berevolusi demi menghadirkan pengalaman belajar yang berkualitas," tutur CEO Zenius Education Rohan Monga dalam keterangan resmi, Jumat (17/7/2020).

Sebagai informasi, Zenius memulai bisnisnya dari bimbingan belajar konvensional, lalu menjual rekaman video pembelajaran dalam bentuk CD pada 2004. Setelahnya, Zenius terus berinovasi dan mulai menghadirkan layanan belajar daring via Zenius.net dan aplikasi.

Dengan logo baru ini, Rohan mengatakan Zenius ingin menghadirkan semangat dari seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan, yakni guru, orang tua, hingga siswa. Hal itu dapat dilihat dari logo yang dibuat lebih berwarna dan modern. 

Sementara untuk layanan baru yang dihadirkan, Zenius mengumumkan layanan Zenius Ultima dan Zenius Optima. Keduanya hadir untuk memberikan pengalaman layaknya belajar di kelas sebab dilakukan secara langsung dan interaktif.

Untuk Zenius Ultima, layanan baru ini hadir untuk membantu persiapan siswa menghadapi UTBK 2021. Karenanya, layanan ini dibekali fitur seperti konseling jurusan dan kampus impian, simulasi UTBK, dan evaluasi belajar rutin.

Adapun Zenius Optima merupakan layanan belajar online secara langsung dan interaktif yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar kelas 1 hingga 12. Kedua layanan ini dapat diakses secara penuh pada Agustus 2020 melalui aplikasi Zenius di Android maupun iOS.

2 dari 3 halaman

Zenius Raih Pendanaan Seri A dan Tunjuk CEO Baru

Sebelumnya pada Februari 2020, Zenius Education mengumumkan pendanaan seri A senilai 20 juta USD (sekitar Rp 260 miliar). Pendanaan ini melibatkan perusahaan investasi dan pengelolaan dana Northstar Group, serta Kinesys Group, dan BeeNext.

Sepanjang tahun 2019 layanan Zenius telah diakses oleh 12,8 juta pengguna unik. Menurut keterangan tertulis yang kami terima, Zenius berencana memanfaatkan pendanaan seri A ini untuk meningkatkan pertumbuhan, mengembangkan teknologi tepat guna, dan memperluas jangkauan layanan ke pelosok Indonesia.

Patrick Walujo, co-founder and managing partner dari Northstar Group, menyebut Zenius memiliki visi yang sama dengan Northstar Gorup.

"Kami sangat percaya dengan kombinasi teknologi yang kuat, talenta yang berkualitas, serta misi social impact yang berkelanjutan, Zenius mampu memberikan impact yang besar di dunia pendidikan Indonesia," tutur Patrick.

Sementara itu, Yansen Kamto, founding partner dari Kinesys Group mengaku terkesan oleh Zenius yang telah membantu jutaan pelajar di Indonesia.

"Kami percaya dengan pengalaman selama 15 tahun di dunia pendidikan Indonesia yang dinamis, Zenius akan mampu tumbuh secara signifikan untuk kedepannya. Untuk itu, kami siap mendukung Zenius secara penuh," tutur Yansen.

3 dari 3 halaman

Tunjuk CEO Baru

Pada kesempatan yang sama, Zenius juga mengumumkan penunjukan Rohan Monga sebagai Chief Executive Officer (CEO) Zenius Education. Ini mengikuti perpindahan internal Sabda PS, yang sebelumnya menjabat posisi itu. Sekarang Sabda berperan sebagai Chief Education Officer.

"Rohan dengan karakternya yang fokus pada solusi serta memiliki wawasan mendalam dan pengalaman yang luar biasa di bidangnya adalah orang yang paling tepat untuk peran ini. Saya berharap bahwa kedua hal besar yang kami umumkan hari ini akan dapat terus mendorong pertumbuhan Zenius untuk terus memajukan dunia pendidikan di Indonesia," tutur Sabda PS, yang juga merupakan co-founder Zenius. 

"Saya sangat senang dan bangga menyambut bergabungnya Northstar Group, Kinesys Group, dan BeeNext ke dalam babak berikut dari perjalanan Zenius Education. Kami di Zenius percaya bahwa untuk dapat terus bertumbuh, kami membutuhkan keahlian yang mendalam dalam bidang entrepreneurship yang dimiliki oleh Northstar Group, Kinesys Group, dan BeeNext agar kami dapat mewujudkan visi Zenius untuk mewujudkan Indonesia yang cerdas dan cerah," ujar Rohan.

Pada 2010, Rohan mendirikan fintech startup sembari mengejar gelar MBA. Pada 2013 ia bergabung dengan Amazon di bidang pengembangan strategi. Selanjutnya pada 2015 dia berlabuh ke Gojek sebagai Chief Operating Officer.

(Dam/Why)

BERANI BERUBAH: Rezekiku dari Offline ke Online