Sukses

Aplikasi Baru Microsoft Ini Mampu Pulihkan Data Meski Sudah Terhapus

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini, Microsoft merilis aplikasi atau tools baru yang mampu mengembalikan file atau dokumen yang terhapus--baik sengaja atau tidak.

Bernama Windows File Recovery, aplikasi ini sudah dapat diunduh pengguna Windows 10 secara gratis lewat Microsoft Store.

Berbasis aplikasi command line, Windows File Recovery mampu me-recover berbagai macam file atau dokumen dari drive lokal, USB drive, hingga SD card yang sering dipakai di kamera, sebagaimana dikutip dari The Verge, Rabu (1/7/2020).

Seperti recover tools lainnya, kamu harus langsung menggunakan Windows File Recovery ini sesaat setelah file atau dokumen terhapus sebelum data itu ditimpa otomatis oleh sistem.

Adapun tools baru Microsoft ini mampu memulihkan file MP3, video MP4, dokumen PDF, gambar JPEG, dan dokumen milik Microsoft, seperti Word Excel, dan PowerPoint.

 

2 dari 3 halaman

Mampu Pulihkan File Usai Drive di Format

Ilustrasi Windows 10. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Secara default, aplikasi recover tools milik Microsoft ini dibuat khusus untuk sistem file NTFS. Windows File Recovery mampu memulihkan file dari disk yang rusak atau sudah diformat sekalipun.

Fitur lain yang dimiliki aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memulihkan jenis file tertentu di seluruh sistem file FAT, exFAt, dan ReFS.

Hanya saja, proses pemulihan data ini akan memakan waktu yang lebih lama dari seharusnya.

Windows File Recovery dapat menjadi tools pilihan yang tepat dan berguna bagi siapa saja yang secara tidak sengaja menghapus dokumen penting, atau menghapus seluruh isi drive secara tidak sengaja.

3 dari 3 halaman

Semua Toko Ritel Fisik Microsoft Tutup Permanen

Papan Nama Booth Microsoft di Computex 2017. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Informasi terkait Microsoft lainnya, perusahaan bentukan Bill Gates tersebut terpaksa menutup semua toko ritel fisiknya secara permanen.

Langkah ini ditempuh setelah perusahaan mulai menutup toko-toko itu pada akhir Maret karena Pandemi Covid-19.

Mengutip Venture Beat, Senin (29/6/2020), perusahaan mengatakan para karyawan toko fisiknya akan dipindahkan ke corporate hubs. Mereka akan menangani penjualan, pelatihan, dan dukungan jarak jauh bagi para pelanggan Microsoft.

Ke depannya perusahaan akan berfokus pada toko digital di Microsoft.com dan melalui Windows dan Xbox. Secara kolektif, toko-toko digital itu menjangkau sekitar 1,2 miliar orang di seluruh dunia.

(Ysl/Isk)