Sukses

BukuWarung Raih Pendanaan Tahap Awal dari East Ventures

Liputan6.com, Jakarta - Startup penyedia aplikasi pembukuan untuk UMKM, BukuWarung, meraih suntikan dana dari perusahaan modal ventura East Ventures. Namun, berapa nilai pendanaan tahap awal ini tidak disebutkan. 

Investor lain yang terlibat di putaraan pendanaan ini adalah AC Ventures (dulu Agaeti Ventures, Convergence Ventures), Golden Gate Ventures, Tanglin Venture Partners, dan Michael Sampoerna, dengan partisipasi oleh angel investors dari Grab, Gojek, Flipkart, PayPal, Xendit, Rapyd, Alterra, Zen Rooms, dan lainnya.

BukuWarung akan menggunakan suntikan dana ini untuk memperkuat posisinya di pasar Indonesia dan mengembangkan timnya di Jakarta dengan merekrut talenta baru di bidang engineering, produk, desain, pertumbuhan, dan kemitraan.

Abhinay Peddisetty dan Chinmay Chauhan mendirikan BukuWarung pada akhir 2019 saat keduanya masih bekerja bersama di Carousell. Mereka telah berpengalaman di Grab, Carousell, Belong, dan Near. 

"Dalam beberapa bulan pertama, BukuWarung menikmati momentum pertumbuhan yang kuat. Namun, angka itu belum mencapai 1 persen dari 60 juta pemilik warung di Indonesia, yang hampir seluruhnya bergantung pada metode pencatatan tradisional atau tidak melakukan pembukuan sama sekali," ujar Co-founder Buku Warung Abhinay Peddisetty dalam keterangan tertulis.

Misi perusahaan, kata Abhinay, adalah mendukung pemilik warung dengan teknologi, sehingga "mereka bisa mengelola bisnis mereka dengan efisien."

2 dari 2 halaman

250.000 UMKM Gunakan BukuWarung

Dalam beberapa bulan sejak peluncuran, perusahaan mengklaim 250.000 UMKM di 500 kota dan kabupaten di Indonesia telah menggunakan aplikasi BukuWarung untuk pembukuan transaksi tunai dan kredit. Mayoritas pengguna BukuWarung berlokasi di kota tier 2 dan 3.

Berkat BukuWarung, mereka menerima pembayaran piutang tiga kali lebih cepat dan merasakan dampak dari fitur pengingat pembayaran terhadap arus kas bisnis mereka. Mereka juga bisa menghemat waktu dan pengeluaran dengan besaran rata-rata Rp110.000, yang biasanya dihabiskan untuk pembukuan manual menggunakan buku besar, alat tulis, dan kalkulator. 

"Dari pengalaman membangun produk untuk pengemudi dan pedagang di Grab dan Carousell, kami memahami bahwa produk yang paling bermanfaat bagi UMKM adalah produk yang simpel. Fitur-fitur yang kami tawarkan membuat penggunaan aplikasi (engagement) kami naik 500 persen dalam 2 bulan terakhir," tutur Co-founder BukuWarung Chinmay Chauhan.

Pendiri Lunasbos, Adjie Purbojati, juga telah bergabung dengan BukuWarung sebagai anggota founding team (tim pendiri) untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan. Lunasbos merupakan aplikasi pencatatan keuangan dua dan salah satu pemain utama di industri layanan akuntansi untuk UMKM di Indonesia.

Sementara itu, Willson Cuaca, Co-founder dan Managing Partner East Ventures mengatakan BukuWarung dapat menjadi pemain utama di industri ini karena berhasil mencatatkan traksi dan engagement pesat.

"UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Kami yakin gelombang startup inovatif berikutnya akan muncul dari upaya mendorong digitalisasi di segmen UMKM. Oleh karena itu, kami tidak membutuhkan waktu singkat untuk memutuskan menjadi mitra BukuWarung," kata Wilson.

Kemudian Vinnie Lauria, Managing Partner Golden Gate Ventures menyebut solusi BukuWarung berpotensi membantu 60 juta UMKM yang berkembang.

"Mereka telah membangun founding team lokal yang kuat. Saya senang bisa bekerja bersama mereka," ujar Vinnie.

(Why/Isk)