Sukses

Peluncuran iPhone 5G Masih Sesuai Rencana

Liputan6.com, Jakarta - Peluncuran iPhone 5G pada tahun ini dilaporkan masih bisa sesuai rencana. Hal ini diungkapkan oleh Foxconn, yang merupakan mitra manufaktur utama Apple untuk iPhone.

Dilansir GSM Arena, Kamis (2/4/2020), pihak Foxconn mengungkap produksi iPhone 5G kemungkinan akan dimulai sesuai jadwal. Jika demikian, Apple bisa merilis iPhone terbarunya pada September tahun ini.

Sebelumnya, peluncuran iPhone terbaru diprediksi akan tertunda. Hal ini disebabkan Foxconn harus menutup pabriknya selama satu bulan karena penyebaran virus Corona di Tiongkok, tapi kini sudah kembali beroperasi normal.

Pimpinan hubungan investor Foxconn, Alex Yang, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan para engineer Apple untuk memaksimalkan waktu yang ada. Namun, menurutnya tetap ada kemungkinan penundaan.

"Jika ada penundaan lebih lanjut dalam beberapa pekan ke depan, berbulan-bulan, maka kemungkinan harus mempertimbangkan kembali waktu peluncuran," tuturnya.

Apple dan Foxconn dilaporkan memulai perakitan percobaan pada Juni untuk membantu menyelesaikan masalah produksi. Kemudian, produksi massal dimulai pada Agustus, sehingga iPhone bisa siap dirilis pada September.

2 dari 2 halaman

Apple Bakal Rilis iPhone 9 Plus dengan Layar 5,5 Inci?

Lebih lanjut, Apple dilaporkan sedang menyiapkan smartphone murah, seri iPhone 9. Informasi tentang smartphone tersebut juga banyak beredar di ranah internet.

Beredar laporan baru yang menyebutkan Apple sedang menyiapkan varian Plus dari iPhone 9. Smartphone tersebut akan hadir dengan layar berukuran 5,5 inci.

iPhone 9 Plus disebut akan menjalankan chipset A13 Bionic, seperti lini iPhone 11. Menurut seorang sumber, beberapa kode iOS 14 mendukung laporan tersebut.

Lini iPhone 9 dilaporkan akan menggantikan iPhone 8 dan 8 Plus yang dirilis pada 2017. iPhone 9 dan 9 Plus kemungkinan akan memiliki opsi keamanan TouchID.

Sejauh ini belum ada informasi tentang tanggal peluncurannya. Namun, diperkirakan akan tertunda disebabkan kendala rantai suplai terkait penyebaran Covid-19.

(Din/Ysl)