Sukses

Strategi Vivo Indonesia pada 2020

Liputan6.com, Jakarta - Vivo pada tahun 2019 ini telah masuk ke daftar lima besar, tepatnya menduduki posisi dua, merek smartphone dengan volume pengapalan tertinggi di Indonesia versi perusahaan riset pasar IDC. Ini merupakan salah satu pencapaian terbesar Vivo di pasar smartphone Indonesia. 

Dalam acara yang berlangsung pada Jumat (27/12/2019) di kawasan bundaran HI, Vivo menyampaikan strategi perusahaan pada 2020 mendatang. 

"Kalau produk, kami sedang develop. Kami kan customer centric. Kami forecast kebutuhan konsumen seperti apa," ujar Fachryansyah Farandy, Digital & PR Director Vivo Indonesia.

Sementara di sisi korporasi, lanjut Fachry, Vivo "ingin meningkatkan kredibilitas perusahaan" dan ingin menyentuh "lebih banyak kearifan lokal."

Fachry juga menyebut bagaimana perjuangan perusahaan pada tahun-tahun awal masuk ke pasar Indonesia. Saat itu, Fachry mengaku perusahaan mendapat sejumlah cibiran lantaran sebagai perusahaan baru, Vivo langsung menghadirkan smartphone untuk segmen atas dengan harga lumayan tinggi. 

"Waktu itu orang-orang resisten, ini hape merek baru, kok mahal. Lalu kami ganti strategi, main di mid market," tutur Fachry.

Terbukti, menurut Fachry, strategi itu berjalan efektif. Bahkan hingga saat ini, Vivo telah merilis smartphone yang menyasar beberapa segmen pasar.

2 dari 2 halaman

Seri smartphone untuk masing-masing segmen pasar

Melengkapi pernyataan Fachry, Ricky Bunardi, Product Manager Vivo Indonesia mengatakan selama 2019 Vivo merilis 17 model smartphone di Indonesia. Semua smartphone itu, kata Ricky, memiliki segmen pasar masing-masing. 

"Seri Y menyasar temen-temen yang punya kocek terbatas dan cari smartphone yang affordable. Kalau seri Z, untuk memenuhi kebutuhan gamers, tapi bukan cuma main game, bagus juga buat kebutuhan lain, memotret misalnya," tutur Ricky. 

Untuk seri S, Ricky menjelaskan seri ini "mengincar generasi milenial yang ingin selalu tampil beda." 

Terakhir, Ricky menyebut seri V merupakan produk yang menjadi pionir dalam menghadirkan teknologi tertentu, seperti smartphone dengan pop up camera pertama dan smartphone dengan dual pop up camera pertama. 

(Why/Isk)