Sukses

Ratusan Anak SD dan SMP Ikut Kompetisi Olimpiade Robotika 2019

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan anak tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengikuti kompetisi Generali Olimpiade Robotika 2019 di sebuah mal di bilangan Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (14/9/2019) kemarin.

Acara yang digelar PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia dan Asosiasi Robotika & Otomasi Indonesia (AROI) ini merupakan sarana untuk mengembangkan potensi dan bakat anak dalam mengkonsep dan mengembangkan teknologi robot.

Tujuannya agar para generasi muda mampu menciptakan teknologi secara tepat guna yang berkontribusi positif bagi masyarakat. Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Vivin Arbianti Gautama, Chief Marketing & Customer Generali Indonesia mengataka otomasi robot dan kecerdasan buatan sudah menjadi bagian penting di era industri 4.0 saat ini, dan nantinya kehadiran robot akan semakin erat dengan aktivitas sehari-hari.

"Kami melihat ini sebagai peluang yang baik untuk terus mendukung dan mengasah kemampuan anak-anak agar mereka mampu mengambil bagian dari perkembangan teknologi di era digital. Melalui kompetisi ini, kami berharap kreativitas anak bangsa sudah mulai terbangun mulai dari tingkat pendidikan dasar," ujar Vivin dalam pernyataannya, Senin (16/9/2019).

Ia melanjutkan, Generali Olimpiade Robotika 2019 juga bisa menjadi bekal dan dorongan bagi mereka untuk bisa bersaing di kompetisi robot tingkat dunia.

 

2 dari 2 halaman

Edukasi Cerdas Digital

Selain kompetisi robot, dalam acara ini Generali juga memberikan edukasi kepada para orangtua mengenai cara mendidik anak menjadi cerdas digital.

Bersama psikolog Elizabeth Santosa dan selebritas Sisca Becker, Generali mengupas tuntas tips and trik mendidik anak di tengah tren yang terus berkembang saat ini serta cara mengontrol penggunaan gadget dan media sosial anak namun tetap menjadi sahabat bagi mereka.

Di Olimpiade Robotika 2019, Generali juga menekankan pada pentingnya persiapan finansial untuk pendidikan anak, mengingat saat ini pendidikan anak tidak cukup hanya pendidikan formal di sekolah, namun memerlukan dukungan pendidikan informal lainnya untuk mengasah kemampuan dan kreativitasnya.

(Isk/Ysl)

Loading