Sukses

Microsoft Berinvestasi Rp 14 Triliun di OpenAI

Liputan6.com, Jakarta - Microsoft mengumumkan akan berinvestasi senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun di OpenAI, perusahaan riset kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berbasis di San Francisco.

Salah satu tokoh terkemuka di balik OpenAI adalah Elon Musk dan perusahaan ini juga mendapat dukungan dari tokoh-tokoh terkemuka lainnya seperti co-founder LinkedIn, Reid Hoffman, dan mantan presiden Y Combinator, Sam Altman.

CTO OpenAI, Greg Brockman, menyebut investasi ini akan mendukung pengembangan artificial general intelligence (AGI). AGI merupakan AI yang memiliki kemampuan untuk mempelajari pekerjaan yang dapat dilakukan manusia.

"AI adalah salah satu teknologi paling transformatif saat ini dan memiliki potensi untuk membantu menyelesaikan banyak tantangan mendesak di dunia," kata CEO Microsoft Satya Nadella sebagaimana dikutip dari Venture Beat, Rabu (24/7/2019).

Kolaborasi teknologi OpenAI dan superkomputer Azure AI, menurut Nadella, diharapkan akan dapat "Mendemokratisasikan AI [...] sehingga semua orang dapat memperoleh manfaat."

 

2 dari 2 halaman

Pertumbuhan AI dan Kontribusi OpenAI

Para peneliti di OpenAI baru-baru ini melaporkan analisis yang menunjukkan bahwa dari 2012 hingga 2018, jumlah komputasi yang digunakan untuk melatih AI tumbuh lebih dari 300.000 kali.

Sebagai contoh, proyek OpenAI Five telah ditandingkan melawan pemain Dota 2 profesional musim panas lalu. Di Google Cloud Platform, OpenAI memainkan Dota 2 yang setara dengan 180 tahun setiap harinya pada 256 unit kartu grafis Nvidia Tesla P100 dan prosesor dengan 128.000 inti.

Lebih lanjut, OpenAI telah berkontribusi pada alat sumber terbuka (open source tool) seperti Gym. Itu merupakan sebuah alat untuk menguji dan membandingkan algoritma pembelajaran. Alat lainnya termasuk termasuk CoinRun, Neural MMO, Spinning Up, Sparse Transformers dan MuseNet.

Sparse Transformers mampu memberikan prediksi pada urutan teks, gambar dan audio panjang. Sementara MuseNet dapat menghasilkan lagu baru berdurasi empat menit dengan 10 instrumen berbeda di berbagai genre dan gaya.

(Why/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
Inggris Alokasikan Rp 4 Miliar untuk Kecerdasan Buatan di Bidang Kesehatan
Artikel Selanjutnya
Qlue Siap Tawarkan Solusi Smart City untuk Dongkrak Layanan Publik dan Performa Bisnis