Sukses

Pembangunan Palapa Ring Tengah Tuntas, Siap Diuji Coba

Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan proyek Palapa Ring Tengah telah selesai dilakukan. Kini jaringan kabel serat optik sepanjang 2.995 kilometer (km) di 17 kabupaten dan kota itu siap diuji coba sebelum mulai dioperasikan.

Dikutip dari keterangan resmi Kemkominfo, Sabtu (22/12/2018), berdasarkan data Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), hingga saat ini terdapat 23 perusahaan yang menyampaikan minat untuk melakukan uji coba.

Palapa Ring Tengah yang dibangun melintasi Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara ini, terdiri atas kabel darat sepanjang 1.326,22 km dan 1.787,06 km kabel laut. Proyek yang bernilai Rp1,38 triliun ini memungkinkan akses kecepatan internet 4G sampai dengan 30 Mbps.

Titik lokasi yang dilalui Palapa Ring Tengah merupakan jalur bebas gempa. Paket ini dikerjakan PT LEN Telekomunikasi Indonesia, yang memulai kontrak pada 4 Maret 2016.

Sebelum Palapa Ring Tengah, paket Barat telah selesai dibangun. Pembangunan proyek Palapa Ring Barat dikerjakan oleh PT Palapa Ring Barat yang memulai kontrak pada 29 Februari 2016.

Sementara itu, proses pembangunan paket Timur baru mencapai 88,14 persen. Paket ini dikerjakan oleh PT Palapa Timur Telematika, yang memulai kontrak pada 29 September 2016.

2 dari 2 halaman

Proyek Palapa Ring

Palapa Ring merupakan pembangunan tol informasi dalam bentuk serat optik, yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. Sebagai infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi broadband (pita lebar), Palapa Ring terdiri dari tiga paket, Barat, Tengah, dan Timur.

Sebelumnya, Palapa Ring Barat sudah rampung 100 persen pada Maret 2018. Sementara itu, pembangunan Palapa Ring Timur hingga bulan ini baru selesai 88,14 persen.

Selain menghubungkan seluruh Indonesia dalam jaringan telekomunikasi, pembangunan Palapa Ring ditujukan untuk mengikis kesenjangan layanan telekomunikasi antara di Pulau Jawa dengan daerah lain di Indonesia.

Pembangunan Palapa Ring dilakukan dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau public private partnership (PPP). Pembiayaan yang diterapkan dengan skema availability payment, memungkinkan pemerintah memulai pembayaran penggantian modal yang ditanamkan investor setelah proyek beroperasi.

Pemerintah menggunakan dana Universal Service Obligation (USO) untuk operasional Palapa Ring. Dana USO merupakan dana kontribusi perusahaan telekomunikasi dengan bobot 1,25 persen dari pendapatan usaha.

(Din/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lihat, Aksi Maling Terekam CCTV

Tutup Video
Loading
Artikel Selanjutnya
Operator Terus Didorong untuk Pakai Palapa Ring Barat
Artikel Selanjutnya
Pembangunan Palapa Ring Paket Tengah Capai 98,56 Persen