Warga Desa Karangasem Yogyakarta Didorong Kelola Sampah Dapur Integrasi dengan Peternakan dan Perkebunan

Warga Kalurahan Karangasem, Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti kegiatan Integrasi Pengelolaan Sampah Dapur dengan Peternakan dan Perkebunan.

Diterbitkan 09 Oktober 2025, 20:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kegiatan bertajuk 'Integrasi Pengelolaan Sampah Dapur dengan Peternakan dan Perkebunan' kembali diluncurkan PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (PT BAg).

Kegiatan ini merupakan fase kedua program CSR di Kalurahan Karangasem, Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Program ini melanjutkan keberhasilan tahap pertama yang melibatkan 170 KK dalam budidaya maggot BSF, kini diperluas menjadi 300 KK dengan manfaat bagi lebih dari 1.000 warga," ujar perwakilan PT BAg Aditya Yudanto melalui keterangan tertulis, Kamis (9/10/2025).

Dia menyebut, melalui inisiatif ini, PLN EPI dan PT BAg mendorong masyarakat menuju kemandirian lingkungan dan ekonomi sirkular, menjadikan Kalurahan Karangasem sebagai pionir desa zero waste di Yogyakarta.

"Fase lanjutan ini mengusung tema 'Integrasi Pengelolaan Sampah Dapur dengan Peternakan dan Perkebunan' dengan misi besar untuk menggali nilai ekonomi baru dari limbah dapur rumah tangga, serta memperkuat kemandirian masyarakat melalui prinsip zero waste dan ekonomi sirkular," papar Aditya.

Kegiatan Kick Off Program dan Focus Group Discussion (FGD) dihadiri oleh perwakilan kedua perusahaan, yakni Robert Pilyai dari PLN EPI dan Sekretaris Perusahaan PT BAg Aditya Yudanto, bersama Lurah Karangasem Parimin serta warga setempat.

Menurut Aditya, tahap pertama program ini sebelumnya telah sukses melibatkan 170 kepala keluarga dalam pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

"Keberhasilan ini menjadi pondasi kuat untuk melangkah ke tahap integrasi, di mana hasil pengolahan sampah kini akan dimanfaatkan untuk mendukung sektor peternakan dan perkebunan lokal," terang dia.

 

Terus Dampingi Masyarakat

Pada fase kedua, lanjut Aditya, partisipasi ditargetkan meningkat menjadi 300 kepala keluarga, dengan manfaat langsung yang dirasakan oleh lebih dari 1.000 warga.

"Program ini bukan sekadar tentang pengelolaan sampah, tapi tentang gerakan kemandirian lingkungan. Bagaimana masyarakat bisa menjaga bumi, mulai dari rumah sendiri," sambung dia dalam sambutannya.

Menurut Aditya, PLN EPI dan PT BAg berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga program dapat berjalan secara mandiri, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi nyata.

"Pemerintah Kalurahan Karangasem pun mendukung penuh langkah ini dengan penyediaan fasilitas serta ruang kolaborasi bagi warga," ucap dia.

"Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, Karangasem diharapkan menjadi pionir desa zero waste di wilayah D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah, sekaligus contoh nyata bagaimana sinergi perusahaan dan komunitas lokal dapat membangun ekonomi hijau yang berkelanjutan," tadnas Aditya.

Sementara itu, Riyanta selaku ketua Bank Sampah setempat mengungkapkan, kegiatan budidaya Maggot yang telah berjalan selama satu tahun belakangan telah berhasil mereduksi sampah organik sebanyak 4,5 ton.

"Serta menjadi rujukan pengelolaan sampah mandiri bagi pegiat lingkungan dan lembaga di Yogyakarta," tutup Riyanta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6