Sukses

Wisata ke Luar Angkasa Bakal Dibuka Tahun Depan, Berani Coba?

Liputan6.com, Jakarta - Rencana pendiri Amazon, Jeff Bezos untuk menerbangkan penumpang ke luar angkasa kian mantap.

Melalui perusahaannya, Blue Origin, orang terkaya di dunia itu menargetkan wisata ke luar angkasanya meluncur tahun depan.

Sejumlah persiapan pun sudah dilakukan Blue Origin dalam beberapa tahun terakhir, termasuk uji coba perjalanan berawak pada akhir tahun ini.

Sayangnya, informasi seputar tiket perjalanan belum terungkap hingga sekarang.

Namun, menurut informasi terbaru dari seorang sumber anonim, ia mengaku sudah mengetahui harga tiket dari Blue Origin.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (14/7/2018), perjalanan ini akan dibanderol sekitar US$ 200 hingga US$300 ribu. Jika dirupiahkan, bisa sekitar Rp 2 hingga 4 miliar.

Informasi seputar harga tiket Blue Origin ini memang sudah ditunggu-tunggu banyak orang. Alasannya, Bezos sempat menyebut tiket perjalanan luar angkasa dari perusahaannya dibanderol dengan harga terjangkau.

Sementara, untuk penjualan tiket pesawat ini akan dilakukan pada tahun depan. "Kami berencana untuk menjual tiket (perjalanan wisata luar angkasa) pada 2019," tutur SVP Blue Origin, Rob Meyerson.

Gambaran perjalanan yang ditawarkan Blue Origin juga diungkap oleh business development Blue Origin, Arianne Cornell pada April 2018.

Ia mengatakan, pengunjung yang ingin terbang setidaknya membutuhkan persiapan sebelum terbang.

Jadi, para penumpang akan menjalani latihan penerbangan selama satu hari. Setelah itu, di hari berikutnya mereka meluncur ke luar angkasa.

Perjalanan wisata Blue Origin ini akan membawa pengunjung terbang ke luar angkasa, sekaligus merasakan pengalaman menikmati gravitasi rendah selama empat menit.

1 dari 2 halaman

Rencana Bezos Bangun Pusat Industri di Bulan

Rencana Bezos ternyata tak hanya memboyong manusia untuk berwisata ke luar angkasa. Orang terkaya di dunia itu juga memiliki rencana besar dengan Bulan.

Bezos dilaporkan ingin membangun pusat industri di Bulan. Ia tak sendiri membangun industri antariksa dengan Blue Origin-nya, melainkan bekerja sama dengan NASA (agensi antariksa Amerika Serikat) dan ESA (agensi antariksa Eropa).

Dalam acara konferensi Space Development di Los Angeles, AS, Bezos berbicara idenya membuat Bulan sebagai pusat industri berat.

Mengutip Tech Crunch, Rabu (30/5/2018), Bezos berpikir pembangunan industri berat di Bulan akan mampu menghemat sumber daya di Bumi.

"Tidak dalam waktu dekat, saya berbicara beberapa dekade ke depan, mungkin 100 tahun dari sekarang. Akan lebih mudah melakukan banyak hal yang sekarang kita lakukan di Bumi di antariksa, karena akan butuh banyak energi," katanya.

Bos jaringan ritel Amazon ini juga menyebut, di masa depan, kemungkinan manusia bakal meninggalkan bumi dan hal tersebut dianggap membuat Bumi akan jadi lebih baik.

Menurutnya, ada banyak hal yang masih harus disediakan oleh Bumi, misalnya saja mineral dan sumber daya yang tidak dapat bersumber di Bulan.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Saksikan Live Streaming Emtek Goes To Campus

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Miliarder Ini Jual Tiket Liburan ke Luar Angkasa di 2019
Artikel Selanjutnya
Perusahaan Bos Amazon Mulai Jual Tiket ke Luar Angkasa Tahun Depan