Sukses

XL Axiata Klaim Penggunanya Paling Doyan Streaming

Liputan6.com, Pulau Bintan - Seiring perkembangan ekosistem teknologi, terutama smartphone, pengguna dan pemanfaatan layanan data atau internet kian tumbuh. Hal tersebut juga terjadi di jaringan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata).

Sebesar 73 persen pelanggan XL saat ini adalah pengguna layanan data. Jumlahnya naik delapan persen dibandingkan 2017.

Untuk distribusi trafik layanan data, streaming memberikan kontribusi terbesar, 48 persen, naik 18 persen dibandingkan 2017. Hal ini disebabkan semakin bertambahnya konten video di media sosial.

Layanan streaming diperkirakan akan semakin banyak diakses. “Akses pada layanan streaming kemungkinan akan mengalami kenaikan signifikan, baik untuk video maupun musik,” kata Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya.

Kontributor terbesar ke dua adalah aktivitas web browing sebesar 16 persen, dan posisi berikutnya ditempati media sosial 14 persen.

Layanan pesan singkat, seperti WhatsApp dan Line, menyumbang 9 persen, naik dua kali lipat dibandingkan 2017.

Sementara layanan storage sharing menyumbang 5 persen dan VoIP yang mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan 2017, di mana memiliki kontribusi sebesar 2 persen.

Untuk memenuhi kebutuhan layanan data yang diyakini akan terus tumbuh, XL telah melakukan berbagai persiapan guna memperkuat dan memperluas cakupan jaringannya.

XL saat ini sudah memiliki lebih dari 105 ribu BTS, yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, infrastruktur jaringan fiber optic juga telah melebihi 45 ribu kilometer.

Jaringan XL sendiri telah melayani masyarakat di sekira 4.226 kecamatan, yang berada di 406 kota/kabupaten di Indonesia.

Oleh sebab itu, XL pun mengklaim penetrasi layanan datanya telah mencapai 93 persen populasi Indonesia.

“Perluasan dan peningkatan kualitas data harus kami lakukan karena selain kebutuhan masyarakat terhadap akses data yang terus meningkat, juga banyaknya permintaan dari pelanggan di berbagai daerah baru, terutama luar Jawa,” tutur Yessie.

2 dari 3 halaman

XL Pede Hadapi Trafik Tinggi Saat Mudik dan Liburan 2018

Operator telekomunikasi, termasuk PT XL Axiata Tbk (XL Axiata)membenahi dan memperkuat layanannya menjelang periode trafik data tinggi saat mudik dan liburan. XL Axiata mengklaim layanannya akan menjadi lebih luas, cepat dan nyaman.

Optimisme ini muncul karena XL Axiata mengklaim telah dan akan melakukan serangkaian langkah untuk memperkuat layanannya.

Diungkap Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya, jaringan 3G dan 4G XL Axiata kini semakin luas hingga kecamatan-kecamatan tujuan mudik dan liburan.

Perusahaan sendiri saat ini sudah memiliki lebih dari 105 ribu Base Transceiver Station (BTS) dan 45 ribu fiber optic.

XL Axiata juga mengklaim jaringannya lebih cepat, salah satunya disebabkan adanya upgrade teknologi. Menurut Yessie, XL Axiata juga tengah melakukan upgrade di sistem inti untuk masuk ke ranah virtualisasi.

“Kami juga akan terus berinvestasi di spektrum lebar agar pengalaman pengguna menjadi lebih bagus,” tutur Yessie dalam acara XL Axiata Media Gathering 2018 di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis malam (26/4/2018).

Segala investasi yang dilakukan untuk memperkuat layanannya, terutama jaringan telekomunikasi untuk data, dinilai akan dapat memikat hati konsumen.

"Saat pelanggan liburan atau mudik, mereka akan menggunakan banyak aplikasi dan membutuhkan akses data. Mereka menginginkan jaringan kami sesuai dengan aplikasi mereka, dan kami pastikan jaringan kami bisa untuk aplikasi itu,” ungkap Yessie.

3 dari 3 halaman

Internet Jadi Kebutuhan Primer Saat Mudik dan Lebaran

Lebih lanjut, dijelaskan Head of Customer Experience Management XL Axiata, Ahmad Hamzah, perilaku konsumen selama mudik dan lebaran tidak bisa dipisahkan dari internet.

Berdasarkan data XL Axiata, penyebab peningkatan trafik data adalah kehadiran layanan hiburan, seperti streaming, menonton video dan mendengarkan lagi. Media sosial, seperti Facebook, Instagram dan Twitter, juga memainkan peran penting.

Selama mudik dan lebaran sendiri, terjadi perubahan perilaku dari yang awalnya “tradisional” ke layanan internet.

Misalnya, perubahan dari panggilan telepon ke VoIP dan video call, SMS ke aplikasi pesan singkat. Selain itu, pencarian lokasi di peta kini menjadi bergantung pada aplikasi mobile, seperti Waze dan Google Maps.

“Perilaku konsumen saat mudik dan lebaran kini mengalami perubahan disebabkan peningkatan layanan data. Secara keseluruhan, layanan VoIP sendiri kini naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu,” tuturnya.

(Din/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: